Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Peras Anggota DPRD, Petugas KPK Gadungan Ditangkap di Madiun

Peras Anggota DPRD, Petugas KPK Gadungan Ditangkap di Madiun

TerasJatim.com, Madiun – Aksi nekat dilakukan oleh A.Yani Kusnadi alias Dewa (57), warga Kelurahan Pandean Kecamatan Taman Kota Madiun Jatim.

Dengan mengaku sebagai Direktur Investigator KPK, ia melakukan aksinya dengan meminta sejumlah uang kepada Endang Winaryanti, seorang anggota DPRD Kota Madiun.

Wakapolres Madiun Kota, Kompol Mujito mengatakan, kejadian bermula saat tersangka datang di kantor DPD PAN Kota Madiun dengan memperkenalkan diri sebagai investigator KPK, yang tengah bertugas melakukan investigasi terhadap aliran dana korupsi mantan Walikota Madiun, Bambang Irianto.

“Tersangka memberitahukan kepada korban, jika korban termasuk dalam daftar anggota dewan yang masuk dalam pantauan KPK. Selanjutnya, tersangka meminta sejumlah imbalan berupa uang sebagai bentuk jasa menghapus nama Endang, dari daftar pantauan KPK,” jelas Mujito.

Korban yang percaya dan merasa tertekan, akhirnya menuruti permintaan tersangka yang meminta 4 unit ponsel atau uang setara Rp20 juta. Oleh korban, tersangka diberi uang Rp6 juta.

Setelah curiga bahwa tersangka bukan petugas KPK, akhirnya korban melapor ke aparat kepolisian.

“Kami mohon kepada masyarakat, dengan terungkapnya kasus ini yang merasa pernah tertipu dengan modus yang seperti ini mengaku petugas KPK atau petugas yang lain, silahkan lapor ke Polres Madiun Kota,” ujarnya, Selasa (07/08).

Lebih lanjut Mujito menjelaskan, sementara ini baru satu orang anggota dewan yang melapor ke aparat kepolisian.

Kini, selain tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang Rp3 juta, sebuah jaket, pin bertuliskan Investigator dan PPSK.IND, pin lambang burung Garuda Pancasila, tanda anggota Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK) Indonesia serta akta notaris pendirian PPSK.

Atas ulahnya, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipian, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Bud/Kta/Red/TJ/EW-KBRN)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim