Penyakit Masyarakat, Siapa Tanggung Jawab?

Penyakit Masyarakat, Siapa Tanggung Jawab?

TerasJatim.com, Bojonegoro – Tanpa sengaja saat ngopi di sebuah warung langganan, tiba-tiba muncul seorang wanita muda yang dibonceng motor oleh teman lelakinya. Tak lama berselang, sebuah mobil bak terbuka menyusul di belakangnya.

Sekitar 6 pemuda dengan penampilan ‘gak mbois’ kemudian turun dari mobil tersebut dengan suara musik dangdut kencang. Di antara kerumunan laki-laki muda itu, ternyata ada satu wanita yang sempoyongan dan meracau tak karuan. Rupanya dia lagi teler berat.

“Wah kacau ini, satu cewek mabuk bersama lelaki ramai-ramai. Pasti gak beres ini,” ungkap teman ngopi yang merasa risih, Rabu (11/01) dini hari.

Si wanita yang datang duluan pun tak kalah meracau. Para pemuda dengan tampang tak jelas itu juga terlihat tak memperdulikan siapa yang ada di sekitar. Diduga, mereka juga sedang di bawah pengaruh alkohol.

“Ini tadi, si cewek yang ‘ndeleming’ dan turun dari mobil bak itu nitip motor di sini sejak sore,” ungkap pemilik warung sambil menahan emosi akibat tingkah rombongan lelaki tidak jelas itu.

Pemilik warung mengatakan, kedua wanita itu dikenal sebagai ‘purel’ di sebuah warung karaoke liar di daerah perbatasan timur Bojonegoro-Lamongan. Sementara, pria-pria¬† itu diperkirakan adalah para pelanggannya.

“Pancen parah, sudah tidak tahu malu. Paling mereka itu nggak kebagian jatah rasa malu mas,” gerutu pemilik warung.

Sementara itu, si wanita yang turun dari mobil bak itu dengan pede dan kemayu masih terus ngoceh semaunya. Entah berapa kata jorok keluar dari mulutnya dan dari mulut gerombolan pemuda lusuh yang teler itu.

“Aku loh nggloyor, kok diajak ‘begituan’ terus ini gimana toh mas bro?,” cerocos mulut wanita itu menimpali rayuan tak jelas dari pemuda gondrong yang bertampang kusut.

Hingga kemudian dengan langkah gontai wanita itu mengajak para pemuda itu kembali naik mobil bak terbuka itu dan pergi entah ke mana.

“Rusak rusak kalau dibiarkan seperti ini. Pihak terkait seharusnya segera menutup tempat hiburan liar karena kalau dibiarkan, bisa saja berubah menjadi prostitusi terselubung,” tukas pemilik warung di kawasan jalan raya Bojonegoro-Babat itu, menahan kesal.

Faktanya penyakit masyarakat memang nyata terjadi tidak jauh dari lingkungan sekitar kita. Para petugas Trantib seyogyanya harus berperan aktif agar perilaku yang berpotensi menjadi penyebab penyakit sosial ini tidak semakin merajalela. (Saiq/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim