Pendapatan Pasar Tak Maksimal, DPRD Panggil Disperindag Banyuwangi

Pendapatan Pasar Tak Maksimal, DPRD Panggil Disperindag Banyuwangi

TerasJatim.com, Banyuwangi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi Jatim, memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat, guna melakukan evaluasi. Sebab Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar tidak maksimal dan tidak memenuhi target.

“Target sebesar 5 miliar, yang dapat dipenuhi hanya 4 miliar lebih,” ujar Basuki Rahmat Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi, Kamis (12/01).

Padahal menurut anggota dewan dari Partai Hanura ini, potensi pendapatan dari sektor pasar sangat besar. Sebab masyarakat Banyuwangi dalam memenuhi kebutuhan pokok dinilai masih lebih cenderung memilih pasar tradisional ketimbang pasar modern.

Tidak maksimalnya PAD dari sektor pasar, lanjut Basuki, karena selama ini manajemennya tidak tertata secara baik. Contohnya, data potensi pasar yang tercatat tidak valid, bahkan tidak sesuai fakta di lapangan.

Seperti pedagang pasar yang biasa beroperasi pagi hari sekira jam 3 atau jam 4 pagi (pasar subuh), nama pedagang yang tercatat tidak dilengkapi nama dan alamat. Sehingga yang terdata hanya sebagian saja, sedangkan yang lain tidak jelas. Akibatnya pendapatan yang masuk juga tidak maksimal.

“Padahal pasar subuh justru memiliki potensi sumbangan PAD yang sangat besar,”  imbuhnya.

Demi memenuhi target PAD dari sektor pasar yang masuk, diduga  tidak murni dari retribusi pedagang, namun juga berasal dari sektor yang lain, salah satunya dari retribusi parkir. “Cara seperti itu kan sudah tidak benar,” ucapnya.

Sementara itu, Ketut Kencana Nirha Saputra, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi beralasan tidak maksimalnya PAD dari sektor pasar, lantaran belum maksimalnya sarana prasarana di pasar, kurangnya stok ikan, serta daya beli masyarakat yang menurun.

“Kita akan meminta koordinator pasar lebih maksimal,” ujarnya kepada TerasJatim.com.

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki sejumlah sarana prasarana pasar yang dinilai kurang layak, sehingga menjadi lebih nyaman bagi para pembeli. “Kita akan maksimalkan potensi PAD yang belum tergarap,” pungkasnya.  (Irh/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim