Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Penangkapan Benih Lobster Marak di Banyuwangi

Penangkapan Benih Lobster Marak di Banyuwangi
ilustrasi bibit lobster

TerasJatim.com, Banyuwangi – Maraknya penangkapan benih lobster  di wilayah  pantai selatan Banyuwangi, mengundang komentar dari berbagai pihak. Pasalnya setelah di keluarkanbya Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor : 1/PERMEN/KP/2015, tanggal 6 Januari 2015, tentang penangkapan lobster, kepiting, dan rajungan, seharusnya menjadi acuhan bagi siapa saja.

Peraturan Menteri  tersebut  dikeluarkan untuk mencegah eksploitasi yang berlebihan di laut yang bisa menyebabkan menurunnya tangkapan nelayan. Tetapi pada prakteknya di lapangan, peraturan pemerintah tersebut dianggap angin lalu dan sepertnyai tidak di taati.

Menurut aktivis World Wildlife (WWF)  wilayah Banyuwangi, Mahyuni, mengatakan, dalam penyelidikan pihaknya banyak menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian besar nelayan di daerah selatan Banyuwangi, meliputi pantai Gerajakan dan Pancer. Di lokasi tersebut masih ditemukan aktivitas penangkapan benur lobster.

Aktivitas penangkapan benur lobster di lakukan pada malam hari. Cara penangkapan benur lobster tidaklah sulit, hanya menggunakan lampu dan daun-daunan yang terbuat dari kertas.

Dalam Permen Kelautan dan Perikanan, sudah dijelaskan ukuran lobster yang boleh ditangkap dan yang tidak boleh ditangkap, termasuk untuk di ekspor.

“Untuk pasar gelap, benih lobster perbiji harganya Rp 16 ribu, kalau ada pengawas bisa turun menjadi Rp 8 ribu.” katanya. Mahyuni juga menambahkan, Peraturan Menteri Kelautan seolah-olah mandul.

“Banyak nelayan yang asalnya tangkap ikan, kini berlomba-lomba menjadi penangkap benur lobster, karena hasil yang mengiurkan. Dalam hal ini pihak kami  sudah melapor ke pihak berwajib dan Balai Karantina Hewan, dan sudah ada yang di tangkap satu. Tetapi di belakang, masih ribuan yang menjadi penangkap benih lobster. Yang tahu semua itu adalah balai karantina karena mereka tahu apa yang dikirim.” Jelasnya.

Saat TerasJatim.com, mencoba untuk mencari informasi di kantor Balai Karantina Banyuwangi, belum ada petugas yang bisa untuk dikonfirmasi. (Yak/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim