Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pemkab Situbondo Tepis Kabar Rencana Penutupan Wisata Desa Kebangsaan

Pemkab Situbondo Tepis Kabar Rencana Penutupan Wisata Desa Kebangsaan

TerasJatim.com, Situbondo – Destinasi Wisata Desa Kebangsaan yang terletak di Desa Wongsorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, yang awalnya diharapkan sebagai ikon Kabupaten Situbondo, sudah lama minim pengunjung.

Malahan tersiar kabar, tempat wisata tersebut terancam akan ditutup. Namun, kabar itu ditepis oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo Sofwan Hadi.

Menurutnya, justru destinasi wisata Desa Kebangsaan itu merupakan penyanggah untuk wisata Taman Nasional  Baluran.

“Jadi sangat tidak mungkin wisata kebangsaan akan ditutup. Justru Pemkab Situbondo akan mengembangkan destinasi Wisata Desa Kebangsaan itu,” ujarnya.

Sofwan menyebut, keberadaan sejumlah kampung adat dan acara adat lainnya adalah aset penting bagi Kabupaten Situbondo.

“Gak mungkin ditutup lah mas, kan destinasi wisata Desa Kebangsaan itu sudah dinobatkan sebagai ikon Kabupaten Situbondo,” tegas Sofwan.

Menurutnya, pihaknya akan mempertahankan tempat wisata itu dan diharapkan akan berdampak pada pengembangan wisata lainnya di Kabupaten Situbondo, sekaligus sebagai aset wisata penting.

Sofwan menambahkan, sebagai bentuk support dari Pemkab Situbondo, pihaknya akan lebih melestarikan tempat wisata yang sudah ada..

“Tinggal tugas kita melakukan kegiatan-kegiatan positif di tempat wisata lainnya termasuk Desa Wisata Kebangsaan. Kami akan mengatur strategi dan menata secara managemen untuk mengembagkan wisata agar menjadi lebih diminati. Tapi tidak dengan menjadi saingan wisata yang lainnya,” jelasnya.

Ia menuturkan, berdasarkan kondisi geografi dan topografi yang ada, Pemkab Situbondo akan terus menggali dan mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki daerah.

Pemkab Situbondo kini sedang merancang untuk melaksanakan program Situbondo Tahun Kunjungan Wisata 2019. Oleh sebab itu, pihaknya terus berbenah untuk mengembangkan bidang pariwisata.

“Kami tetap optimistis atas program Tahun Kunjungan Wisata Situbondo Tahun 2019. Sebenarnya, Situbondo diuntungkan dengan kondisi geografinya yang dekat dengan tiga tujuan wisata internasional, yakni Gunung Bromo di Probolinggo, Kawah Ijen di Banyuwangi, dan Taman Nasional Baluran di Situbondo sendiri,” bebernya.

Dengan kondisi demikian, lanjut Sofwan, dapat dibuatkan paket wisata bagi para wisatawan, yang mana paket Baluran tetap menjadi tujuan favorit karena memang pesonanya lengkap, mulai dari hewan liar, hutan, savana, gunung sampai laut.

“Untuk menuju Situbondo Tahun Kunjungan Wisata 2019, harus sudah dipersiapkan mulai tahun 2018 ini. Secara garis besar ada dua hal yang harus disiapkan, SDM serta sarana dan prasarana. Seluruh organi­sasi perangkat daerah (OPD) harus mendukung dan saling menopang. Ini sangat kami tekankan,” kata Sofwan.

Menurut Sofwan, untuk menjadikan Kabupaten Situbondo menjadi tujuan kunjungan wisata, tidak bisa dilakukan oleh Dinas Pariwisata saja. Tetapi dinas lain yang terkait juga harus ambil bagian.

“Contohnya dalam membangun sarana dan prasarana objek wisata Pantai Tampora, kami tidak bisa sendirian, tetapi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang juga hadir membangun infrastruk­tur jalan menuju lokasi. OPD lain juga harus mulai berbenah, memfokuskan anggaran untuk pembangunan fasili­tas serta sarana dan prasarana di objek wisata,” pungkasnya. (Edo/Kta/Red/TJ)

Baca juga: http://www.terasjatim.com/museum-desa-wisata-kebangsaan-di-wonorejo-situbondo-dinilai-produk-gagal/

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim