Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Panik Dikejar Warga, Pelaku Jambret di Gresik Tewas Tabrakan

Panik Dikejar Warga, Pelaku Jambret di Gresik Tewas Tabrakan

TerasJatim.com, Gresik – Diduga lantaran panik karena dikejar warga, 2 pelaku jambret terlibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Seorang pelaku tewas, sementara seorang temannya berhasil diamankan anggota Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di jalan Mayjen Sungkono, tepatnya di pertigaan masuk Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, Senin (13/08) sore, sekitar pukul 16.00 WIB.

Wahyu menceritakan, kejadian berawal dari korban Juwarsih, warga Perum Graha Kencana Desa Kedanyang Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik yang saat itu menjemput anaknya pulang dari sekolah.

Saat berada di lokasi kejadian, korban berhenti. Namun seketika, tas korban yang berada di stir sebelah kiri tiba-tiba ditarik oleh pelaku yang kemudian kabur. Menyadari dirinya menjadi korban aksi kejahatan, Juwarsih kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Warga yang mengetahui kejadian tersebut, kontan ikut mengejar pelaku.

“Karena panik pelaku jambret mengalami laka lantas dengan salah satu karyawan pabrik PT Gloster yang yang mengendarai sepeda motor Honda Vario Nopol S 3351 MO warna hitam. Akibat dari kecelakaan, satu pelaku meninggal di TKP,” jelasnya, Rabu (15/08).

Wahyu menambahkan, pelaku jambret yang meninggal di TKP diketahui berinisial YY (34), warga Dupak Pasar Baru II Nomor 47 Krembangan Surabaya. Sementara seorang temannya yang berhasil diamankan berinisial OS (21), warga Jalan Gadukan Timur 96B Kecamatan Krembangan Surabaya.

Jasad pelaku selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk dimintakan Visum. Sementara  OS dan barang bukti kini tengah menjalani proses hukum di Satreskrim Polres Gresik.

Pelaku OS akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, denga hukuman penjara maksimal 7 tahun. (San/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim