Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Operasi Zebra 2018 di Bojonegoro, Pelanggar dan Potensi Laka Turun

Operasi Zebra 2018 di Bojonegoro, Pelanggar dan Potensi Laka Turun

TerasJatim.com, Bojonegoro – Berakhirnya Operasi Zebra Semeru 2018 yang digelar selama 14 hari di wilayah Bojonegoro Jatim, mengindikasikan adanya tren penurunan pelanggaran dan potensi peristiwa laka lantas.

Menurut Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto BS, hal itu sesuai hasil data anev Operasi Zebra tahun 2018 ini hanya terdapat satu kejadian kecelakaan lalu lintas dengan korban 1 luka ringan dan kerugian materiil sebesar Rp500 ribu.

“Sedangkan pada tahun 2017 terdapat 35 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan rincian 4 korban meninggal dunia, 2 korban luka berat dan 47 luka ringan serta kermat Rp24.465.000,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/11).

Lebih lanjut Aris menyampaikan, untuk pelanggaran aturan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Zebra 2018 saat menggelar razia kendaraan, anggota di lapangan memberikan sanksi tilang sebanyak 2.468 perkara dan 150 diberikan teguran.

“Pada Operasi Zebra tahun 2017, saat menggelar razia kendaraan, anggita telah memberikan sanksi tilang sebanyak 3.176 perkara dan 229 diberikan teguran,” ungkap dia.

Berdasar data, lanjutnya lagi, untuk pengguna kendaraan roda dua jenis pelanggaran seperti melanggar marka rambu, tidak membawa surat berkendara dan kelengkapan berkendara masih mendominasi pelanggaran tertinggi dalam pelaksanaan Operasi Zebra 2018.

Rinciannya, sebanyak 1.067 perkara pelanggaran marka rambu, disusul dengan pengendara dibawah umur sebanyak 971 perkara, kemudian pelanggaran helm tidak s5andar SNI sebanyak 89 perkara dan pelanggaran arus lalu lintas sebanyak 77 perkara.

“Pengendara roda empat tidak memakai safety belt masih mendominasi dengan pelanggar sebanyak 204 pelanggar, lalu disusul pelanggaran marka rambu dan surat berkendara 48 perkara, kemudian melawan arus¬† 14 perkara,” imbuhnya.

Aris menyatakan, dengan menurunnya jumlah pelanggaran laka lantas tahun ini berarti masyarakat Bojonegoro lebih taat hukum. Selain itu yang lebih terpenting lagi masyarakat juga sangat memperhatikan faktor keselamatan saat berkendara.

“Terima kasih untuk seluruh masyarakat Bojonegoro yang telah tertib dan taat berlalulintas sehingga dalam Operasi Zebra 2018 ini ada penurunan jumlah pelanggar dan potensi kecelakaan lalu lintas jika dibandingkan Operasi Zebra tahun 2017 lalu,” pungkasnya. (Saiq/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim