Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Nishfu Sya’ban, Warga Bojonegoro Bancakan Kupat

Nishfu Sya’ban, Warga Bojonegoro Bancakan Kupat

TerasJatim.com, Bojonegoro – Malam Nishfu Sya’ban (15 Sya’ban) yang jatuh pada hari Senin (30/04) malam diwarnai dengan bancakan kupat (ketupat, red) di hampir seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro Jatim.

Warga Bojonegoro lebih mengenal acara Nishfu Sya’ban ini dengan istilah ‘Kupatan’ karena semua orang membawa ketupat dan biasanya ditambah lepet (berbahan ketan, red) ke Mushala atau Masjid saat berkumpul untuk berdoa pada malam yang diyakini sebagai malam dilaporkannya amal perbuatan selama setahun lalu oleh Malaikat pencatat amal manusia.

“Ya, ini tradisi baik yang patut untuk dilestarikan. Kupatan adalah sarana berkumpulnya warga agar guyub rukun dan di majelis itu melantunkan dzikir dan doa bersama untuk kebaikan di dunia akherat,” ujar Makruf, salah seorang Kades di Bojonegoro.

Dalam rangkaian kegiatan kupatan yang disebut-sebut sebagai tradisi peninggalan Wali Sanga khususnya Sunan Kalijaga itu dilakukan seusai Shalat Maghrib. Lazimnya, dengan dipimpin ustadz atau kyai, dalam kegiatan itu warga membaca Al-Qur’an surat Yasin sebanyak 3 kali lalu disambung doa.

Sesuai data berbagai sumber terpercaya, bacaan surat yasin pertama diniatkan memohon panjang umur dalam ketaatan kepada Allah SWT, bacaan kedua diniatakan mohon keluasan rezeki halal serta dijauhkan dari bala dan bacaan yasin ketiga diniatkan mohon ditetapkan iman dan islam hingga akhir hayat sehingga khusnul khotimah.

“Kupatan memang budaya, tetapi ini adalah budaya luhur yang bernilai ibadah karena dalam kupatan ada majelis dzikir dan doa. Selain itu, juga sebagai ajang silaturahim warga dan sebagai pengingat bahwa tak lama lagi bulan suci Ramadlan tiba,” kata Thoyib warga setempat tampak bahagia. (Saiq/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim