Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Nelayan Tak Melaut Karena Jaring Rusak, Pasokan Ikan di TPI Jangkar Situbondo Anjlok

Nelayan Tak Melaut Karena Jaring Rusak, Pasokan Ikan di TPI Jangkar Situbondo Anjlok

TerasJatim.com, Situbondo – Nelayan di kawasan Pantai Situbondo Jatim, sudah beberapa hari ini tidak melaut untuk mencari ikan. Hal ini diakibatkan karena kondisi jaringnya banyak yang rusak akibat sampah laut.

“Sudah sejak sepekan aktivitas melaut nelayan berhenti total. Kondisi laut dipenuhi sampah yang menumpuk hingga merusak jaring kami,” kata Marsani (55), salah satu nelayan di Pantai Jangkar Situbondo, Jumat  (13/04).

Menurut dia, akibat kondisi tersebut para nelayan memilih mendaratkan kapal dan tak melakukan aktifitas menjaring.

“Kami tidak mau ambil risiko, lebih baik tidak melaut dulu. Jika memaksakan diri melaut maka jaring justru akan semakin rusak dan terkoyak,” imbuhnya.

Ia mengatakan, para nelayan saat ini banyak yang mendarat dan mengurai jaring mereka dari ranting-ranting kayu dan sampah lainnya yang banyak tersangkut di bagian jaring.

“Jika tidak diurai dan diambili, maka jaring akan semakin parah. Makanya dalam beberapa hari ini lebih baik membersihkan jaring dulu dari pada melaut,” urainya.

Tak beda jauh, Irwanto, nelayan warga Desa Landangan Kecamatan Kapongan Situbondo membenarkan jika para nelayan saat ini banyak yang tidak melakukan aktivitas melaut . Hal ini mengakibatkan pasokan ikan di tempat pelelangan Ikan di wilayahnya menurun.

Hal ini dibenarkan oleh Surahman (37), salah satu anggota kelompok Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Jangkar Situbondo. Menurutnya akibat banyak nelayan yang tidak melaut, dampaknya sangat terasa terhadap pasokan ikan di TPI Jangkar.

“Biasanya ada sekitar puluhan lebih kapal yang masuk. Beberapa hari ini turun drastis pasokan ikannya,” katanya kepada TerasJatim.com, Jumat (13/04) siang.

Surahman menambahkan, dalam kondisi normal puluhan kapal dari nelayan di desa tersebut mampu menghasilkan rata-rata satu ton ikan dalam sekali melaut. Namun dengan kondisi saat ini pasokan ikan turun lebih dari 45,persen.

“Saat ini kami hanya mengandalkan pasokan ikan dari luar, seperti dari Muncar Kabupaten Banyuwangi untuk mencukupi kebutuhan ikan di Pantai Jangkar,” tandasnya. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim