Naik Kasta di Tahun 2017

Naik Kasta di Tahun 2017

TerasJatim.com – Hiruk pikuk dan warna warni perjalanan selama tahun 2016 telah meninggalkan kita. Banyak hal penting yang bisa menjadi pembelajaran untuk memulai langkah awal untuk mengarungi perjalanan berikutnya di tahun 2017 ini.

Tentu sebagaimana kebanyakan orang, saya juga mempunyai banyak harapan di tahun ini. Yang paling sederhana adalah, paling tidak ingin semuanya akan menjadi lebih baik dari tahun kemarin.

Jujur, bukan hanya saya, tahun 2016 kemarin dirasakan terlalu banyak energi yang terkuras untuk hal yang kadang bukan menjadi urusan dan kepentingan kita.

Maraknya kegaduhan akan tensi suhu politik nasional, mempengaruhi ritme kehidupan publik tanah air. Kita menjadi tidak fokus untuk menyelesaikan apa yang menjadi tugas utama kita. Padahal secara mikro dan makro ekonomi, kita bukanlah orang yang sudah pantas disebut  “cukup”.

Entah siapa yang memulai, hampir tiap saat di setiap media sosial, banyak berseliweran kabar yang intinya bukan menjadi sebuah mesin pendingin dan lem perekat kebangsaan, namun justru terus menerus menjadi bagian dari sarana “kipas dan kompor” yang terus berusaha untuk membuat siapapun merasa kepanasan.

Kita jadi lupa bagaimana menata kehidupan yang seharusnya menjadi sesuatu yang patut untuk dikejar dan diperebutkan. Kita terus sibuk menggali lubang yang dapat membuat siapapun celaka. Ujungnya, faktor ekonomi sebagai penopang utama seseorang untuk dapat “berdiri,” akhirnya terlupakan.

Di bidang ekonomi nasioanal dan global, berbagai lembaga ekonomi dunia seperti Word Bank dan IMF mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 berkisar di angka 5,02%, sebuah pencapaian yang tidak jelek, meski juga tidak terlalu istimewa.

Menurut mereka, pertumbuhan ekonomi kita masih lebih tinggi jika dibanding negara tetangga terdekat kita, Malaysia (4,1%), Singapura (1,8%), dan Thailand (3,2%), tapi kita masih di bawah Vietnam (6,0%), Filipina (6,4%), dan Myanmar (8,4%)

Namun dimana-mana, harus diakui bahwa tak jarang kita terus mendengar nyaringnya suara ketidakpuasan bagi sebagaian besar warga masyarakat kecil akan kesulitan dalam menstabilkan roda ekonomi keluarganya.

Keberhasilan pemerintah dalam Program Tax Amnesty  harus diapresiasi. Paling tidak, hasil dari program tersebut dampaknya diharapkan akan secepatnya dirasakan oleh kaum bawah.

Ketimpangan ekonomi masih menjadi PR  terbesar pemerintah. Distribusi kekayaan yang hanya berputar-putar di orang dan kelompok “itu-itu” saja.

Data dari Credit Suisse mencatat 10% orang kaya Indonesia menguasai 77% kekayaaan dan aset di negeri ini. Bila dipersempit lagi, separuh dari kekayaan dan aset di Indonesia hanya dikuasai 1% dari total penduduk Indonesia.

Potret ketimpangan juga terlihat dari koefisien gini Indonesia yang tinggi dikisaran 3.9-4.0. Ketimpangan ekonomi ini semakin nyata terjadi di kota-kota besar. Bahkan pada periode Mei 2016 BPS mencatat koefisien gini di Jakarta mencatat rekor sebesar 4.6.

Diprediksi, ekonomi Indonesia ke depan akan banyak menghadapi tantangan. Oleh sebab itu kita harus terus menjaga logika berpikir kita tentang apa yang memang harus diperbuat. Rasanya tahun ini kita juga tak bakalan akan merasa mudah jika kita ingin memperbaiki kehidupan ke  tingkat yang lebih baik.

Paling tidak gambaran di atas kiranya dapat menjadikan bahan renungan tentang apa yang sudah kita lakukan di tahun kemarin, dan jurus apa yang harus kita kerjakan di tahun ini.

Mari bersama-sama menjadikan diri kita untuk berusaha naik ke kasta minimal satu strip lebih tinggi lagi.

Selamat Tahun Baru 2017

Salam Kaji Taufan

Makna Pergantian Tahun

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim