Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Museum Desa Wisata Kebangsaan di Wonorejo Situbondo Dinilai Produk Gagal

Museum Desa Wisata Kebangsaan di Wonorejo Situbondo Dinilai Produk Gagal

TerasJatim.com, Situbondo – Museum Desa Wisata Kebangsaan yang berada di Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, tidak berfungsi. Bahkan tersiar kabar museum tersebut rencananya akan dibongkar.

Kabar tersebut disayangkan oleh pihak DPRD Situbondo, sebab rencana alih fungsi museum tersebut tentu bertolak belakang dengan keinginan pemkab yang sedang gencar-gencarnya membangun destinasi wisata dalam menyambut tahun kunjungan wisata 2019 mendatang.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Hadi Prianto, mestinya destinasi wisata desa kebangsaan terus dibenahi pengelolaannya karena pembangunannya menghabiskan anggaran yang cukup besar.

Menurut Hadi, museum desa wisata kebangsaan yang menjadi salah satu destinasi wisata dan viral di Situbondo ini seharusnya pengelolaannya harus terus dibenahi, karena lokasi ini pernah disebut akan jadi paket wisata Taman Nasional Baluran.

“Mengenai ini sebelumnya Pemkab Situbondo tidak pernah berkoordinasi dengan Komisi II Situbondo terkait perkembangan museum desa wisata kebangsaan. Kini desa wisata kebangsaan yang pernah didengung-dengungkan akan menjadi salah satu ikon Situbondo itu sepertinya tidak sesuai dengan harapan,” jelas Hadi, Minggu (16/09).

Lebih jauh, politisi Partai Demokrat itu mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya segera mengadakan rapat kerja bersama dinas terkait untuk membahas nasib museum desa kebangsaan.

Selain kalangan anggota dewan, sejumlah warga Situbondo juga menilai jika museum ini sebagai produk yang gagal di pasarakan untuk menarik perhatian masyarakat domestik maupun wisatawan luar.

Sebab mulai dibangunnya wisata kebangsaan, pemkab setempat tak gencar melakukan even atau kegiatan untuk menciptakan minat masyarakat secara luas di wisata tersebut, sehingga wisata kebangsaan ini tampak kumuh.

“Hanya beberapa kali saja pemkab melakukan kegiatan yang sifatnya menyerap minat pengunjung, namun hal itu hanya sementara dan hingga hari ini di tempat itu tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang bisa menunjang minat pengunjung. Jadinya ya kaya gini ini, kumuh. Warga sini sangat menyayangkan bila wisata kebangsaan ini tidak di tindak lanjuti oleh pemkab. Ini sama saja gagal produk,” ujar Firman, salah satu warga Wonorejo, Minggu (16/09).

Seperti diketahui Desa Wisata kebangsaan diresmikan menjadi destinasi wisata 2015 silam. Tempat itu sempat diproyeksikan jadi pusat wisata kebudayaan. Namun sayangnya, gebyar kemeriahan launching Desa Wisata Kebangsaan tak berlangsung lama. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim