Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Masukkan Sabu Dalam Anus, 2 Pria asal Lombok Timur Ditangkap di Bandara Juanda

Masukkan Sabu Dalam Anus, 2 Pria asal Lombok Timur Ditangkap di Bandara Juanda

TerasJatim.com, Sidoarjo – Jajaran Bea dan Cukai Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu asal Malaysia, melalui Bandara Internasional Juanda.

Selain mengamankan dua orang pelaku asal Pringgasela, Lombok Timur, berinisial ZH (27) dan RY (37), petugas juga menyita sabu seberat 3.090 gram.

ZH, berupaya menyelendupkan sabu dengan cara dimasukkan ke dalam anusnya seberat 140 gram. Sedangkan RY, kedapatan membawa sabu seberat 2.950 gram, yang disembunyikan di dalam tumpukan panci stainless steel.

Kepala Bea dan Cukai Juanda, Budi Harjanto mengatakan, upaya penyelundupan ini dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan. Yang pertama pada 14 Januari, kemudian selang tiga hari ada tangkapan lagi penumpang yang mencoba menyelundupkan sabu.

“Tersangka ZH menyembunyikan sabu di dalam tubuhnya, yakni di dalam anusnya. Sedangkan modus tersangka RY, sabu yang dibawa diletakan di antara tumpukan panci stainless steel,” katanya, Rabu (24/01) sore.

Sementara, Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menjelaskan, sabu-sabu ini rencananya akan dipasarkan di wilayah Jatim, terutama Madura.

Ia mengatakan, wilayah Jatim merupakan pusat peredaran terbesar kedua di Indonesia, setelah Jakarta. “Sabu-sabu dari tersangka ZH dan RY ini akan dijual ke wilayah Jatim,” ungkap Bambang.

Dikatakan Bambang, tak tertutup kemungkinan sabu-sabu seberat 3.090 gram yang disita itu juga akan diedarkan di luar Jatim. “Akan terus dikembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang ada,” ungkapnya.

Dari upaya penggagalan sabu ini, mampu menyelamatkan sekitar 15.450 orang dengan asumsi 1 gram sabu dikonsumsi lima orang.

Kini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan dan pengembangan di BNNP Jatim. Keduanya akan dikenakan UU No 5/2009 tentang Narkotika, Pasal 113 Ayat 1 dan 2 KUHP, dan UU Kepabean No 17/2006, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau seumur hidup. (Ah/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim