Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Massa Tuntut Bupati Situbondo Menutup Seluruh Lokalisasi Prostitusi

Massa Tuntut Bupati Situbondo Menutup Seluruh Lokalisasi Prostitusi

TerasJatim.Com, Situbondo – Puluhan massa yang tergabung dalam aliansi GP Sakera (Gerakan Perlawanan Anti Korupsi,  Edukasi, Resistensi dan Advokasi), menuntut janji Bupati Situbondo dalam penegakan Perda Nomor 27 tahun 2004, tentang larangan prostitusi yang hingga kini belum jelas implementasinya.

Puluhan massa tersebut mendatangi kantor pemkab setempat, Jumat (16/03). Mereka berorasi dan menuntut janji Bupati Situbondo Dadang Wigiarto yang beberapa waktu silam berjanjnji akan menutup seluruh lokalisasi yang ada di Situbondo. Mereka menyuarakan agar Pemkab Sotubondo segera melakukan penutupan di semua lokalisasi termasuk di GS Desa Kotakan.

Ketua GP Sakera, Syaiful Bahri mengatakan, keberadaan ajang maksiat adalah sumber dari masalah keagamaan. “Apabila tempat-tempat maksiat itu masih berdiri kokoh, akan banyak orang yang datang dan melakukan kemaksiatan yang lain,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah bertindak tegas, termasuk menindak penyedia, pengguna dan pihak lain yang menawarkan jasa pelacuran dengan sanksi pidana.

Syaiful mengaku, hingga saat ini implementasi penegakan perda tentang larangan pelacuran terkesan melempem. Hal ini terlihat masih banyaknya praktek prostitusi di Situbondo.

“Kami meragukan aturan (perda) itu ampuh memberangus bisnis esek-esek di kawasan mulai dari timur hingga barat. Sebab diduga pemilik kawasan pelacuran itu menyetor sejumlah uang pelicin kepada oknum aparat penegak hukum setempat, supaya usahanya lancar,” tudingnya.

Mereka juga mengancam jika tidak segera dilakukan penutupan, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum serta berjanji akan melakukan aksi demo dengan jumlah lebih besar.

Pantauan TerasJatim.com di lokasi, saat para pendemo yang berorasi di depan kantor Bupati Situbondo juga membentangkan berbagai macam spanduk yang bertuliskan menuntut agar Pemkab Situbondo tidak tebang pilih dalam penegakan perda tentang larangan pelacuran.

Sementara selama berlangsungnya aksi demo, tampak puluhan personil gabungan dari kepolisian, Kodim dan Satpol PP Situbondo melakukan penjagaan.

Usai berorasi, Ketua GP Sakera bersama beberapa anggotanya ditemui oleh Sekretaris Daerah Sotubondo, H Syaifullah, untuk melakukan mediasi.

Dalam mediasi tersebut, Sekda Syaifullah berjanji akan meperhatikan aspirasi pendemo dan akan menyampaiaknnya ke bupati dan wakil bupati Situbondo. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim