Lewat Absensi Finger print, Walikota Mojokerto Pantau Kinerja PNS

Lewat Absensi Finger print, Walikota Mojokerto Pantau Kinerja PNS

TerasJatim.com, Mojokerto – Meski sudah diwajibkan absensi dengan menggunakan finger print (mesin absensi sidik jari), namun ternyata masih banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto yang datang terlambat dan tidak absen.

Evaluasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mojokerto mencatat, hampir di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), ternyata masih saja banyak PNS yang telat.

Menurut Kepala BKD Kota Mojokerto, Endri Agus, selama uji coba pelanggaran absensi masih ditolrenasi. Namun mulai tanggal 3 Januari 2017 nanti, semua pelanggaran langsung ditindak bahkan sampai pemecatan.

“Saat ini banyak PNS yang terlambat absensi 1 jam atau 2 jam. Nanti akan diakumulasi setiap 7,5 jam akan dihitung 1 hari, kalau sampai satu tahun tidak masuk selama 46 hari, maka akan langsung dipecat”, ujarnya.

Ada sekitar 135 mesin finger print yang tersebar disemua SKPD, Puskesmas dan sekolah. Fingerprint tersebut bisa dipantau melalui Gadget Walikota, Wakil Walikota dan Sekda Kota Mojokerto.

Terpisah, Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus mengatakan, para PNS yang malas akan diberi sanksi, sedangkan yang rajin akan diberi penghargaan. Hal ini disampaikan saat meresmikan penggunaan absensi finger print, Rabu (28/12) kemarin.

Menurutnya, dengan diterapkan absensi finger print dan terhubung dengan gadget dan monitor di ruanganya, secara otomatis PNS yang tidak disiplin akan terpantau langsung dan bisa langsung ditegur.

”Dengan adanya finger print, akan kelihatan siapa yang malas dan siapa yang rajin. Dengan bisa memonitor tersebut, saya akan bisa melihat semua SKPD, kehadirannya kayak apa. Termasuk yang bolos, otomatis akan tertampil semua,” tandasnya. (Ah/Red/TJ/Maja)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim