Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Lakukan Gol Bunuh Diri, Siswa SD di Kediri Dikeroyok Teman-Temannya Hingga Masuk RS

Lakukan Gol Bunuh Diri, Siswa SD di Kediri Dikeroyok Teman-Temannya Hingga Masuk RS
Ilustrasi

TerasJatim.com, Kediri – Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kota Kediri sedang menyelidiki kasus pengeroyokan terhadap TA (12) siswa kelas V SDN Pakunden 1, Kota Kediri, yang terjadi pada Kamis (18/01) lalu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, jumlah pelaku diperkirakan sebanyak lima orang yang kesemuanya adalah teman satu kelas korban.

“Pelaku ada lima orang. Dan tidak menutup kemungkinan bengkak lagi. Ada tujuh orang berdasarkan pengakuan dalam pemeriksaan awal kami,” kata Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Ridwan Sahara, Minggu (28/01).

Pemeriksaan dilakukan petugas terhadap para pelaku usai kegiatan belajar mengajar di sekolah, pada Sabtu (27/10) kemarin.

Pemeriksaan tidak dilakukan di Markas Polresta Kediri ataupun di sekolah, melainkan di salah satu rumah warga.

Polisi memintai keterangan para terduga pelaku dan juga orang tua mereka. Dalam proses ini, terduga pelaku didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Satgas PPA dan guru. Pemeriksaan berlangsung cukup lama sejak siang hingga sore hari.

Ridwan Sahara membeberkan, pengeroyokan terhadap korban terjadi saat jam istirahat di lapangan sekolah, pada Kamis (18/01) lalu. Hal itu dipicu lantaran korban dianggap melakukan kesalahan terkait gol bunuh diri dalam permainan sepak bola. Korban dihakimi oleh para pelaku dengan cara ditendang dan dipukuli.

Diakui oleh Ridwan, selama ini korban mendapatkan perlakuan diskriminatif dari teman-temannya dan sering dibully. Tetapi saat peristiwa pengeroyokan berlangsung, lantaran kesalahannya dalam bermain sepak bola.

“Memang pernah ada diantara terduga pelaku yang minta uang kepada korban untuk beli jajan senilai Rp1.000.Tetapi pelaku tidak selalu minta-minta kepada korban,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Kediri, Cevy Ning Suyudi. Berdasarkan dialog dengan orang tua korban sewaktu di RS Bhayangkara, Kota Kediri, korban TA, memang pernah dimintai uang oleh salah seorang pelaku. Tetapi kejadian itu, sudah berlangsung lama, sejak mereka masih sama- sama duduk di bangku kelas IV.

“Permintaan uang itu tidak disertai dengan kekerasan ataupun ancaman. Sehingga bukan dalam kategori pemalakan. Dan itu sudah lama,” jelas Cevy.

Sebelumnya, TA (12), seorang siswa kelas V SDN Pakunden 1 Kota Kediri dikeroyok teman-temannya di sekolah, pada Kamis (18/01) lalu. Akibat penganiayaan itu, korban merasakan sakit di kepala dan di alat vitalnya.

Korban sempat menjalani perawatan di Ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri. Tetapi karena kondisinya belum sembuh, akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. (Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim