Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kurangi Resiko, Bupati Blitar Akan Bentuk Tim Mitigasi Bencana Alam

Kurangi Resiko, Bupati Blitar Akan Bentuk Tim Mitigasi Bencana Alam

TerasJatim.com, Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar melakukan berbagai upaya untuk mengurangi resiko bencana alam. Satu diantaranya menggelar Rapat Koordinasi Pengurangan Resiko Bencana Gempa dan Tsunami diwilayah Kabupaten Blitar dengan mendatangkan narasumber dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di pendopo Ronggo Hadinegoro Blitar, Selasa (14/08).

Di depan semua jajaran forpimda, Kapolres Blitar, Kajari Blitar, serta Dandim 0808, Bupati menjelaskan kegiatan ini terinspirasi adanya bencana alam berupa gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Jadi di wilayah Kabupaten Blitar ini juga mempunyai potensi bencana yang luar biasa. Tidak hanya yang pernah terjadi selama ini seperti gunung meletus maupun angin puting beliung, tapi juga berpotensi tsunami,” katanya usai Rakor.

Lebih lanjut orang nomor satu di Pemkab Blitar ini menjelaskan, pihaknya melalui BPBD Kabupaten Blitar sudah bekerjasama dengan Polres Blitar untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya tsunami.

Bupati juga menuturkan, dengan situasi yang dihadapi nanti semua serba mungkin terjadi. “Jadi kapan datangnya bencana tidak tahu. Tapi untuk mengurangi resiko bencana alam, kita akan membentuk tim mitigasi bencana yang bekerjasama dengan instansi terkait,” pungkasnya.

Selain membentuk tim mitigasi bencana alam, di beberapa pantai di Kabupaten Blitar yang berpenghuni, seperi pantai Pasur, Tambakrejo, Serang, dan Jolosutro akan diadakan perencanaan titik jalur evakuasi. Menurut Bupati, tanda jalur evakuasi harus permanen, minimal bisa bertahan kurun waktu 20 tahun. Kedepan pihaknya juga segera melakukan simulasi evakuasi dititik rawan bencana.

“Bencana kan tidak bisa dihindari, tapi tentunya kita bisa mengurangi resiko bencana. Dalam melakukan setiap upaya, kita juga membutuhkan dukungan penuh dari DPRD,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Sumberpucung Malang, Musripan mengatakan, menindaklanjuti kejadian bencana alam di Lombok NTB pihaknya saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi pengurangan resiko bencana. Termasuk melakukan sosialisasi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Musripan menjelaskan, Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah yang rawan terjadi bencana terutama di daerah selatan Blitar, yakni bencana tsunami. “Jadi perlu dilakukan kesiapan dan pemahaman dari seluruh masyarakat yang dipastikan akan terdampak jika terjadi bencana. Makanya sosialisasi perlu digencarkan,” ujar Musripan.

Menurut Musripan, sosialisasi ini sangat perlu dilakukan untuk meminimalisir agar korban yang berjatuhan akibat bencana tidak terlalu banyak. Selain itu, meskipun selama ini masyarakat pada umumnya sudah paham tentang cara dan langkah jika terjadi bencana, namun hal itu perlu diingatkan agar masyarakat selalu terlatih.(adv/Mfh)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim