Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kuli Bangunan di Bojonegoro ini Diusir Istri yang Dibiayainya Jadi PNS

Kuli Bangunan di Bojonegoro ini Diusir Istri yang Dibiayainya Jadi PNS

TerasJatim.com, Bojonegoro – Kisah pilu dalam sinetron suami yang “didzalimi” istrinya ternyata memang ada dan bukan sekadar fiksi belaka.

Di dunia nyata, kisah itu dialami Abd Nafik (49), pria asal Desa Selorejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Jatim.

Kepada TerasJatim.com, lelaki bertubuh sedang yang sehari-hari beraktivitas sebagai pekerja bangunan itu menceritakan, bahwa ia diusir oleh istrinya dari rumah yang ia bangun susah payah dengan cucuran keringat, tak lama setelah si istri sukses menjadi guru PNS.

Ngapunten, sengaja saya ke sini (TerasJatim.com, red) meminta tolong untuk menceritakan kisah rumah tangga saya yang hancur gara-gara istri merasa lebih tinggi dari suami. Saya tidak malu, karena niat saya agar tidak ada lagi yang mengalami seperti saya,” ujarnya, Selasa (11/09) pagi.

Lebih lanjut ia menuturkan, dulu sebelum diangkat menjadi guru PNS yang kini berdinas di salah satu SDN di Kecamatan¬† Baureno, istrinya hanyalah guru TK honorer yang gajinya tak seberapa. Kemudian ia pun bertekad membiayai kuliah S1 dan ‘modali’ seleksi CPNS istrinya tersebut.

Sebagai buruh bangunan, tentu biaya kuliah menjadi beban berat baginya. Sehingga ia pun rela bekerja serabutan bahkan tak jarang nekat borong kerja hingga ke luar kota tanpa kenal waktu. Hal itu ia lakukan agar istrinya bahagia dan meniti karir di dunia mengajar yang telah ditekuni.

“Kerja pontang-panting saya lakukan untuk memenuhi biaya melanjutkan kuliahnya hingga lulus S1. Kemudian mbandani ikut tes CPNS formasi guru SDN dan lolos juga,” tuturnya, dengan logat jawa campuran sembari nanar menerawang.

Namun sayangnya, sejak lolos CPNS itulah masalah rumah tangganya mulai muncul. Istri Nafik yang berinisial MSD ini mulai bertingkah. Seringkali tanpa pamit dan ijin, MSD pergi dan menginap dengan dalih urusan kedinasan. Ujung-ujungnya, aroma perselingkuhan pun merebak.

“Sebagai suami, saat itu saya mencoba bersabar dan tidak berprasangka buruk kepadanya, meski saat itu saya mendapat kabar bahwa dia punya selingkuhan sejak melanjutkan kuliah. Saya ngempet, metek dada,” tukasnya menahan perasaan.

Kelakuan istri Nafik semakin liar, ketika mendapatkan penempatan awal berdinas di SDN daerah Margomulyo perbatasan Kabupaten Ngawi. Di sana ibu guru MSD ini makin menjadi-jadi dan santer dikabarkan juga selingkuh dengan pegawai UPT.

“Kalau yang di Margomulyo itu saya punya bukti SMS mesranya yang berisi ngajak ketemu di hotel segala macam dan masih saya simpan. Juga dengan selingkuhan lainnya, saya ada saksi yaitu istri lelaki selingkuhannya yang ketepatan saya kenal,” lanjutnya.

Tetapi dasar memang persis sinetron dengan lakon istri culas, sebelum sempat dibongkar perselingkuhannya, bu guru MSD itu justru mendahului menuduh Nafik telah berselingkuh dengan wanita lain, yakni istri juragan bangunan yang diborongnya.

“Waktu itu dia yang nyata-nyata selingkuh, lha kok malah saya yang difitnah nyenengi istri juragan. Saya bahkan sempat dikepruk cobek sambal hingga kepala berdarah, pakaian saya dimasukkan ke glangsing dilempar ke jalan. Lalu saya diusir,” lanjutnya ngenes.

Kini, rumah tangga pasangan kuli dan PNS itu telah resmi hancur seiring putusan Pengadilan Agama Bojonegoro atas gugatan cerai istrinya yang PNS tersebut. Abd Nafik-pun semakin meradang, sebab banyak kejanggalan selama proses perceraian termasuk hak-haknya yang diabaikan.

“Saya sudah tidak sudi lagi dengan mantan istri saya itu. Biarkan rumah dia kuasai, saya tidak nuntut gono gini tetapi saya menuntut ia dipecat, karena ia pernah membuat pernyataan bermeterai berisi jika sampai menggugat cerai saya dan dikabulkan, ia siap dipecat dari PNS. Ada buktinya kok,” tutupnya.

Nafik berharap, cukup dirinya saja yang mengalami nasib rumah tangga seperti itu. Ia juga berharap kisah pahitnya itu menjadi bahan renungan setiap pasangan rumah tangga terutama istri agar menghargai jerih payah suaminya meski berpenghasilan kecil, begitupun sebaliknya. (Saiq/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim