Keroyok 2 Anggota TNI dan Warga, Sejumlah Oknum Pendekar di Jombang Ditangkap

Keroyok 2 Anggota TNI dan Warga, Sejumlah Oknum Pendekar di Jombang Ditangkap

TerasJatim.com, Jombang – Sejumlah orang yang diduga oknum anggota salah satu perguruan silat di Kabupaten Jombang, mengeroyok 2 anggota TNI serta beberapa warga sipil di Desa Banjardowo Kecamatan/Kabupaten Jombang Jatim, Minggu (23/10) kemarin.

Masing-masing korban dari anggota TNI yakni, Joko Sutrisno, Kelasi Satu, yang berdinas di Juanda Surabaya dan Kopda Edi Windoko, anggota Korem 082/CPYJ BP SP3T. Sementara 4 orang korban lainnya dari warga sipil.

Pasca kejadian tersebut, jajaran Polres Jombang telah mengamankan 5 orang yang diduga sebagai pelaku.

“Saat ini sudah ada lima pelaku yang diamankan. Para pelaku ini akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Kapolres Jombang, AKBP Agung Marliyanto. seperti dilansir faktualnews, Senin (23/10).

Agung menambahkan, kelima oknum pendekar itu yakni FAT (16) pelajar, SUR (17) pelajar, MS (16) pelajar, dan KOI (38). Mereka semua merupakan warga Dusun Jabon Desa Ploso Genteng Kecamatan/Kabupaten Jombang. Sementara satu pelaku lagi bernama UD (17), warga Dusun Sendangrejo, Desa Banjardowo Kecamatan Jombang.

“Empat dari pelaku merupakan anak di bawah umur, satu pelaku lagi merupakan ketua ranting PSHT Plosogeneng. Kelimanya kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Jombang,” jelasnya.

Agung menuturkan, awal kejadian pengeroyokan ini bermula pada Minggu (22/10) tepatnya pukul 08.00 WIB, saat anggota PSHT yang melibatkan tiga rayon yaitu rayon Sumberejo, rayon Plosogeneng dan rayon Sendangrejo mengadakan acara syukuran dan pertunjukan orkes di lapangan SDN Sumberejo, Desa Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa simpatisan PSHT dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang.

Pengeroyokan terjadi saat rombongan konvoi PSHT melintas di Jalan Desa Banjardowo dan berpapasan dengan Kelasi Satu Joko Sutrisno. Tanpa ada sebab yang jelas, tiba-tiba sejumlah oknum simpatisan PSHT langsung menyerang dan memukuli Joko Sutrisno.

“Empat orang warga sipil ini dipukul saat melintas di Jalan Desa Banjardowo. Di saat bersamaan melintas Kopda Edi Windoko. Berniat melerai pengeroyokan tapi korban malah ikut dipukuli,” papar Agung.

Selanjutnya, pelaku langsung kabur, sedangkan 6 orang korban pengeroyokan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jombang.

Mendapat laporan, polisi bergerak cepat untuk memburu pelaku. Pencarian dilakukan dengan tim gabungan dari jajaran Polres Jombang, Unit Intel Kodim 0814 Jombang, Unit Intel Korem 082 CPYJ dan anggota dari TNI AL. Alhasil, lima pelaku berhasil diamankan pada Senin (23/10).

“Korban pengeroyokan sempat mendatangi lokasi acara syukuran di Sumberejo Jombang, untuk meminta pertanggungjawaban panitia. Dari pihak panitia tidak mengetahui pelaku yang telah melakukan pengeroyokan dan akhirnya lapor ke Polres,” tambahnya.

Kini polisi masih mengembangkan kasus tersebut, untuk mencari pelaku lainnya.

Agung meminta kepada semua pihak terkait, untuk bisa menahan diri. Agung berjanji, pihaknya akan menangani kasus ini sampai tuntas. (Kta/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim