Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kementan Alokasikan Dana Rp10 M Untuk Serap Gabah di Tuban

Kementan Alokasikan Dana Rp10 M Untuk Serap Gabah di Tuban

TerasJatim.com – Memasuki masa panen raya padi di Jatim, Kementerian Pertanian telah melakukan upaya serap gabah petani secara langsung.

Di Kabupaten Tuban saja, dilaporkan bahwa luasan panen pada bulan Februari ini diperkirakan mencapai 9.299 ha dengan perkiraan produksi sebesar 57.707 ton.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto, mengatakan, saat ini pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 10 miliar untuk menyerap gabah (sergab) petani khususnya di Kabupaten Tuban.

“Tujuan kegiatan serap gabah petani adalah untuk membantu dan mensejahterakan petani. Kasihan petani yang sudah bekerja keras kalau sampai merugi. Untuk itulah pemerintah turun tangan membeli gabah petani, agar petani mendapat keuntungan dari usaha taninya,” jelasnya, Senin (19/02)

Kegiatan sergab juga bertujuan untuk meningkatkan cadangan pangan pemerintah, yang dilakukan melalui penugasan kepada Bulog. “Karena itu, Bulog harus segera melakukan penyerapan gabah petani, sehingga diharapkan sampai Juni 2018 nanti target sebesar 2,2 juta ton bisa tercapai sebagaimana hasil rakortas Kemenko Perekonomian 15 Januari 2018,” jelasnya

Upaya pemerintah melakukan kegiatan sergab dengan menggandeng TNI dan BRI, sangat penting dilakukan, karena memasuki awal masa panen raya ini di sebagian besar wilayah ada kecenderungan harga gabah anjlok. Jika tidak segera dilakukan penyerapan oleh Bulog, dapat dipastikan akan merugikan petani.

Terkait penyaluran pupuk, Gatot menegaskan bahwa distribusi pupuk harus terealisasi maksimal 1 x 24 jam selain itu petani juga diimbau tidak perlu khawatir karena saat ini pemerintah juga telah menyiapkan asuransi pertanian.

“Petani cukup menjadi anggota dan hanya membayar premi 20% karena sisanya telah disubsidi pemerintah. Jika ada klaim gagal panen yang rasional maka akan memperoleh ganti rugi sekitar 10 juta per hektare,” ujarnya. (Jnr/Wid/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim