Kapolri Resmi Sandang Gelar Profesor

Kapolri Resmi Sandang Gelar Profesor

TerasJatim.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian secara resmi telah menyandang gelar sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kontra Terorisme di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), Kamis (26/10).

Keputusan ini ditegaskan melalui surat Menristekdikti Mohamad Nasir dengan Surat Keputusan Nomor 98876/A2.3/KP/2017 tanggal 19 Oktober 2017 lalu.

Bertempat di auditorium STIK, dalam orasi ilmiahnya, Tito menerangkan tentang kajian penelitiannya soal terorisme. Ia juga menerangkan soal insurgency yang menjadi akar terorisme.

Ia menyebut, Pulau Jawa memang menjadi sasaran tepat bagi terorisme sekarang ini. Ia bertutur bahwa fakta tersebut sudah terlihat karena selama ini Pulau Jawa sebagai jungle of human being.

“Jawa ada 140 juta penduduk saat ini merupakan hutan belantara manusia dan ini adalah sangat ideal untuk urban warfare, perang kota. Anggota kami susah untuk mengejar mereka karena berbaur dengan masyarakat biasa dan kami tidak bisa membedakan mana yang teroris mana yang bukan,” tandas Tito.

Pengukuhan Tito sendiri dilakukan oleh Irjen Pol. Dr. Remigius Sigid Tri Harjanto selaku perwakilan guru besar pada senat akademik. Ia berharap agar ilmu kepolisian bisa menjadi ilmu terbuka yang mampu memberikan solusi bagi kepentingan keilmuan ataupun kepentingan praktis dalam kaitan tugas kepolisian.

“Apalagi Profesor Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar untuk studi strategis kajian kontra terorisme, sehingga diharapkan pemikiran-pemikiran beliau nanti dapat diaplikasikan bagi kepentingan bangsa negara Indonesia, khususnya dalam menghadapi ancaman terorisme,” jelas Remigius dalam keterangan tertulisnya.

Proses administrasi untuk pengusulan jabatan akademik guru besar ini secara intensif telah dilakukan sejak awal Juli 2017. Karya akademik Tito sudah melalui inventarisasi karya-karya akademik dan verifikasi atas kegiatan ilmiah dan karya tulis untuk dijadikan sebagai bagian dari syarat pengurusan jabatan akademik guru besar.

Hal ini sesuai dengan peraturan Mendikbud Nomor 88 tahun 2013 tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap dalam Jabatan Akademik pada Perguruan Tinggi Negeri.

Tampak hadir beberapa perwira tinggi kepolisian di antaranya Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Tjondro Kirono, Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, Asisten Kapolri Bidang Operasi Irjen Pol Mochamad Iriawan, Kakorlantas Irjen Pol Royke Lumowa, serta sejumlah anggota Komisi III DPR RI.

Hadir pula Menkopolhukam Wiranto, Menristekdikti Mohamad Nasir, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Dirjen Imigrasi Irjen Ronny Sompie, Gubernur Papua Lukas Enembe dan Ketua MUI sekaligus Rois Aam PBNU, Ma’ruf Amin.

Sebelumnya, Tito  telah memperoleh gelar MA dari University of Exeter, UK (1993) dan PhD dari S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (magna cum laude) (2013).

Gelar Profesor yang diterima Tito ini, menambah daftar polisi pemikir yang bergelar profesor. Mereka adalah Profesor Jenderal Pol (purn) Awalaoeddin Djamin, Profesor Irjen Pol (purn) Farouk Muhammad, dan Profesor Irjen Pol Iza Fadri. (Her/Kta/Red/TJ/Tirto)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim