Kapolres Banyuwangi Dukung Tugas Mulia Insan Pers

Kapolres Banyuwangi Dukung Tugas Mulia Insan Pers

TerasJatim.com, Banyuwangi – Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto berjanji akan membantu awak media jika terjadi kasus kekerasan saat melakukan liputan. Aparat kepolisian bahkan siap memproses hukum pelaku yang menghalang-halangi tugas jurnalistik wartawan.

“Kekerasan fisik dan perusakan itukan ada hukum pidananya. Jika itu terjadi kita siap membantu rekan-rekan media,” jelasnya, dalam sarapan pagi bersama 26 pemburu berita di Ruang Rupatama Mapolres Banyuwangi, Kamis kemarin.

Tak hanya itu, Kapolres bahkan sangat mendukung tugas mulia insan pers dan memfasilitasi komunikasi tugas liputan di Mapolres Banyuwangi maupun jajaran polsek dengan pihak terkait.

“Mungkin kapolseknya sulit diwawancarai, silahkan kontak Pak Kasubaghumas. Biar nanti kasubaghumas yang mengarahkan kapolsek yang bersangkutan. Atau silahkan rekan-rekan menghubungi saya langsung. Nanti saya yang kasih intruksi kepada kapolsek yang masih sulit dimintai data atau diwawancara,” jelasnya.

Soal rilis data yang agak terlambat, dia meminta agar wartawan mengerti tentang proses pengembangan kasus yang masih dijalankan. “Umpama masih dikembangkan ya mohon dimaklumi agar pelaku yang masih buron cepat tertangkap,” pintanya.

Baginya, awak media adalah rekan kerja yang sangat berperan dalam membesarkan citra Korps Bhayangkara. Hasil ungkap kasus yang dijalankan aparat bisa diketahui masyakarat luas sehingga bisa menjadi pembelajaran hukum. Sementara wartawan juga butuh kerjanya dipermudah dalam mengakses informasi.

Kapolres juga berharap agar awak media tidak memberi edukasi negatif terhadap pelaku kejahatan. Misalnya dengan menulis secara gamblang tehnik pencurian model baru seperti kasus kejahatan dengan modus pecah kaca mobil.

“Mohon diperhatikan dalam menulis agar tehnik baru modus kejahatan tidak dipaparkan secara detail sehingga bisa ditiru pelaku lain. Contoh, dulu marak aksi pencurian barang di dalam mobil dengan menggunakan penggaris. Sekarang pakai busi,” harap mantan Kapolres Malang.

Dia mengakui, Polres Banyuwangi berbeda dengan Polres Malang. Gambaran itu terlihat saat pertama kali melakukan cek Pelabuhan Ketapang jelang libur Natal dan Tahun Baru 2017, usai Apel Gabungan Operasi Lilin Semeru 2016 di Pelabuhan ASDP Ketapang, pada Kamis (22/12) kemarin.

Penilaian kedua muncul saat tatap muka  bersama jurnalis di Ruang Rupatama.

“Di Polres Malang wartawan yang ngepos hanya belasan, kadang sepuluh orang. Di Banyuwangi ternyata likuran bahkan puluhan orang yang datang saat jumpa pers,” ungkapnya memuji.

Keterbukaan arus informasi data peliputan yang diutarakan Kapolres AKBP Agus Yulianto diapresiasi para insan pers. Salah satunya adalah wartawan TerasJatim.com yang juga reporter radio Fajar FM, Irham Kusuma.

Menurut Irham, kemudahan yang diperoleh wartawan sangat membantu dalam menyebarluaskan berita yang sangat ditunggu publik.

“Reporter radio itu sangat butuh suara untuk insert. Karena itu jika ada reporter radio telepon untuk konfirmasi mohon diangkat,” pinta Irham.

Menyikapi permintaan tersebut, Kapolres Banyuwangi langsung mengabulkannya.(Kta/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim