Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kabar Penggunaan Minyak Babi Oleh Pedagang Makanan di Baureno Bojonegoro

Kabar Penggunaan Minyak Babi Oleh Pedagang Makanan di Baureno Bojonegoro
Ilustrasi

TerasJatim.com, Bojonegoro – Beredar kabar adanya salah satu pedagang makanan nakal di daerah Kecamatan Baureno Bojonegoro Jatim, yang diduga menggunakan minyak babi sebagai pelezat masakannya.

Kabar yang sejatinya telah lama beredar itu semakin merebak sehingga meresahkan warga selaku konsumen makanan kaki lima jenis nasi goreng, mie goreng dan bakso di daerah yang mayoritas masyarakatnya dikenal agamis tersebut.

“Itu kabar sudah beredar lama, bahwa ada salah satu pedagang nasi goreng, mie goreng dan bakso yang katanya pakai minyak babi. Tetapi kita ndak tahu harus berbuat apa untuk membuktikan benar tidaknya kabar itu,” terang salah satu warga Baureno yang enggan ditulis namanya, kepada TerasJatim.com, Jumat (10/08) malam.

Lebih lanjut, ia mengatakan, belum lama ini dirinya mendapat informasi dari seorang kawannya yang berprofesi sebagai pengusaha katering terkait adanya seorang pedagang makanan di Baureno yang menjadi pelanggan minyak babi di sebuah toko di Babat Lamongan.

“Saya mendapat cerita bahwa memang ada pedagang makanan di Baureno menggunakan minyak babi yang dibeli dari sebuah toko milik warga keturunan Tionghoa di Jalan Jombang Babat,” tukasnya.

Atas informasi itu, ia menduga ada penjual nasi goreng, mie goreng dan bakso di Baureno yang memakai minyak babi. “Orangnya dari luar Baureno, dagangnya malam hari. Tetapi hal itu juga harus dibuktikan secara ‘Ainiyah sesuai Fiqh agar tidak menjadi fitnah, ” imbuhnya.

Menanggapi adanya isu itu, Muhammad Nastain salah satu aktivis LSM Lembaga Investigasi Negara (LIN) DPC Bojonegoro meminta, agar masyarakat tidak serta merta mempercayai kabar tersebut, apalagi sampai menuduh tanpa bisa membuktikan secara ilmiah.

“Ya kalau dugaan atas dasar kecurigaan boleh, tapi jangan menuduh tanpa ada bukti semisal hasil uji laboratorium sampel makanan. Kan bahaya, jika menuduh hanya berdasar katanya kan bisa menjadi fitnah dan mateni sandang pangan orang lain,” ungkapnya menengahi.

Lebih lanjut, pria yang juga mantan pemred sebuah tabloid lokal di Bojonegoro ini berharap, agar pihak BPOM atau pihak terkait lainnya segera melakukan tindakan supaya masyarakat khususnya di Baureno tidak was-was dengan beredarnya isu minyak babi tersebut.

“Semoga pihak yang berkompeten terkait pengawasan makanan atau perlindungan konsumen maupun MUI Bojonegoro mendengar dan melakukan sampling untuk uji lab kandungan pangan dari para pedagang makanan di Baureno, agar isu ini tidak berubah menjadi persoalan yang tak diinginkan,” pungkasnya. (Saiq/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim