Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jelang Tutup Tahun, Banyuwangi Gelar Empat Even Andalan

Jelang Tutup Tahun, Banyuwangi Gelar Empat Even Andalan
(doc: festival kebaya 2017)

TerasJatim.com, Banyuwangi – Di penghujung tahun 2018, Kabupaten Banyuwangi menggelar empat even andalan, yakni Festival Kebaya, Festival Kuwung, Malam Anugerah Warga Berprestasi dan sekaligus perayaan pergantian akhir tahun.

Even di bulan Desember ini diawali Festival Kebaya yang digelar di lapangan tenis indoor GOR Tawangalun Banyuwangi, Rabu (05/12).

Beragam kebaya karya desainer lokal dan nasional ditampilkan dalam perhelatan ini. Mulai dari kebaya kasual, klasik, kontemporer hingga glamour.

Festival ini untuk mengangkat warisan busana tradisional Indonesia. Kebaya sendiri juga merupakan tradisi busana wanita suku Osing (suku asli di Banyuwangi).

“Festival ini sebagai salah satu upaya menjaga warisan tradisi leluhur kita,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, M Yanuarto Bramuda.

Pada festival kebaya ini ditampilkan 100 kebaya yang merupakan kolaborasi antara 40 desainer nasional dan 10 desainer Banyuwangi. Kebaya-kebaya tersebut akan ditampilkan dalam desain yang tidak hanya elegan tapi juga sentuhan busana kekinian.

“Dengan desain semi modern yang lebih segar ini, harapan kami generasi muda lebih enjoy dalam berkebaya sebagai alternatif pilihan berbusana mereka. Dengan begitu kebaya akan tetap lestari sepanjang masa,” ujar Bramuda.

Berikutnya, pada Sabtu, 8 Desember nanti, giliran Festival Kuwung yang akan meramaikan Banyuwangi. Mengutip bahasa setempat, Kuwung yang artinya pelangi, festival inj akan menampilka parade aneka ragam seni dan budaya Banyuwangi.

“Acara ini juga akan dimeriahkan kesenian dari kabupaten/kota tetangga, seperti dari Kota Kediri, Probolinggo, Jembrana dan Buleleng. Mereka akan ikut berparade dengan menampilkan seni budaya daerahnya masing-masing,” kata Bramuda.

Festival Kuwung tahun ini bertemakan ‘Selendang Wangi’ yang bermakna wujud nyata semua pihak dalam menggali, mengembangkan dan melestarikan seni budaya Banyuwangi dengan penuh tanggung jawab dan rasa cinta.

Festival ini mengambil start di depan Kantor Bupati Banyuwangi pada pukul 19.00, dan akan finish di Gesibu Taman Blambangan.

Selanjutnya, dalam rangka peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba), akan digelar malam anugerah bagi warga Banyuwangi yang berprestasi, pada 22 Desember 2018 pagi di Taman Blambangan Banyuwangi.

Pada saat malam anugerah,  itu, akan diserahkan perhargaan bagi warga dan institusi yang berprestasi dari berbagai bidang.

“Hari Jadi Banyuwangi jatuh setiap tanggal 18 Desember, kami akan memperingatinya dengan pengajian serentak di seluruh kecamatan. Puncak acaranya, pada malam anugerah tersebut pada Sabtu malam 22 Desember besok. Akan ada hiburan artis, antara lain Anji, 2D – Dian Pramana Putra & Deddy Dhukun, serta duo Ronald dan Tike,” imbuhnya.

Di akhir tahun atau 31 Desember malam, seperti biasanya akan digelar doa bersama di Taman Blambangan Banyuwangi. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim