Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jelang Nyepi, Bupati Blitar Hadiri Upacara Melasti di Pantai Jolosutro

Jelang Nyepi, Bupati Blitar Hadiri Upacara Melasti di Pantai Jolosutro

TerasJatim.com, Blitar – Jelang Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu di Kabupaten Blitar Jatim, berbagai ritual telah dilaksanakan. Satu diantaranya, upacara Melasti atau upacara penyucian jelang hari raya Nyepi, dimana ratusan pratima disucikan bersama di Pantai Jolosutro Desa Ringenrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Minggu (11/03).

Pratima, adalah semua peralatan upacara sembahyang yang dimiliki setiap pura umat Hindu. Pratima itu berasal dari 98 pura di 13 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Blitar.

Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM mengatakan, upacara melasti memang menjadi rangkaian acara peringatan hari Nyepi untuk warga Kabupaten Blitar yang beragama hindu, yang selalu diadakan setiap tahun di pantai Jolosutro. “Saya dari tahun ke tahun selalu mengikuti melasti ini. Kegiatan melasti ini selalu ada peningkatan, baik kualitas maupun kuantitasnya,” kata Bupati.

Disamping ritual yang dilaksanakan umat hindu, lanjut Rijanto, pihaknya berkepentingan terkait wisata. Dengan harapan, pengembangam wisata semakin baik, dan mempunyai multi-effeck kepada ekonomi warga secara umum akan meningkat.

“Saya ucapkan terimakasih kepada panitia, Muspika Kecamatan Wates, maupun Kepala Desa Tugurejo, Ringinrejo dan sekitarnya, yang mana kegiatan umat hindu melasti ini tanpa dukungan semua pihak kita yakin tidak akan berjalan sesuai harapan,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menuturkan, bahwa yang datang ke pantai Jolosutro untuk mengikuti upacara melasti tidak hanya umat hindu yang ada di Kabupaten Blitar, tetapi juga dari daerah tetangga, seperti Kediri, Tulungagung, Mojokerto, dan Jombang.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Blitar, Lestari mengatakan, pembersihan pratima ini adalah sebagian ritual dalam upacara melasti menjelang tapa brata Nyepi. Pratima itu berupa umbul-umbul, senjata dan peralatan lain yang dibersihkan setahun sekali.

“Pembersihan pratima ini sebagai pembersihan niskala sekala sebelum menjalankan tapa brata Nyepi menyambut Tahun Baru 1940 Saka,” katanya.

Menurut Lestari, dalam Dharma, sesaji ini merupakan upacara melaksanakan Tri Hitakarana. Yakni hubungan manusia dengan Tuhan, dengan manusia dan dengan alam. Artinya semua unsur yang terkandung dalam kehidupan manusia dibersihkan agar senantiasa selaras dengan alam.

Upacara melasti kali ini bertema melalui catur brata penyepian tingkatkan solidaritas sebagai perekat keberagaman dalam menjaga keutuhan NKRI. Lantunan gending jawa terus mengalun di sela acara berlangsung.

Sementara upacara dipimpin oleh Ida Pandita Dharmika Sandhi Kertajaya dari Kediri. Sekitar 12 ribu umat Hindu tampak memenuhi bibir pantai Jolosutro yang berpasir putih.

Usai melarung sesaji di pantai, ribuan umat Hindu khusuk memanjatkan doa. Walaupun di bawah terik matahar, melasti diikuti dengan tertib dan rapi sejak awal pelaksanaan sampai usai.(hmspemkabblitar.Mfh/Adv)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim