Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jaspel Tak Terbayar, Karyawan RSUD Besuki Minta Direktur Dicopot

Jaspel Tak Terbayar, Karyawan RSUD Besuki Minta Direktur Dicopot

TerasJatim.com, Situbondo _ Lantaran jasa pelayanan (Jaspel)  medis yang hingga kini belum terbayarkan, sejumlah karyawan dan tenaga medis  RSUD Besuki Kabupaten Situbondo Jatim, menggelar aksi demo di halaman RSUD Besuki.

Dalam aksinya, mereka menyampaikan tuntutannya agar uang jaspel segera dibayarkan. Sebab sejak beberapa bulan lalu para karyawan dan tenaga medis belum menerima haknya.

Tak hanya itu, mereka juga menuntut pergantian Direktur RSUD Besuki. “Kami menuntut berikan hak kami dan kami meminta direktur RDUD Besuki segera di ganti,” teriak sejumlah pendemo.

Selain itu, mereka juga mengeluhkan terbatasnya stok obat-obatan dan oksigen. Parahnya lagi, sempat terjadi penyegelan listrik di RSUD oleh  PLN, karena tagihan lisrik saat itu belum dibayar oleh pihak RSUD Besuki selama beberapa bulan.

Galang, salah satu pendemo mengungkapkan, terkait uang Jaspel, selama ini ia dan teman-temannya sudah cukup bersabar. Namun hal itu justru tidak menjadi perhatian oleh pihak RSUD Besuki, dan hanya mengobral  janji-janji palsu.

“Oleh sebab itu kami mohon bapak Bupati Situbondo, untuk turun tangan dan kami minta agar Direktur RSUD Besuki itu segera dicopot dari jabatannya. Dan terpenting hak kami segera direalisasikan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan karyawan lain, Sujianto. Ia mengatakan, sejumlah karyawan belum menerima Jaspel selama 2 bulan yang total keseluruhan sebesar Rp228 juta.

Kekecewaan tidak hanya dialami tenaga medis dan karyawan, melainkan juga dialami para dokter. Menurutnya, ada sekitar 12 dokter juga belum terbayarkan jasanya hingga mencapai Rp400. Padahal sebelumnya, direktur telah berjanji pembayaran akan dilunasi hingga tanggal 29 Agustus 2018 terakhir pukul 00.00 WIB.

“Karena janji-janji palsu Direktur RSUD itulah, kami  melakukan aksi unjuk rasa. Jangankan pembayaran, direktur sendiri tidak berani ngantor untuk datang ke rumah sakit,” paparnya.

Sementara Kabag Tata Usaha RSUD Besuki, Ali menjelaskan, pihaknya berharap pihak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menanggapi dan memberikan solusi yang terbaik terkait kondisi di RSUD Besuki.

“Ini yang menangis bukan hanya RSUD Besuki, tapi masyarakat juga. Karena masyarakat juga pengguna sebuah layanan. Jadi tolong dari pihak Pemda untuk menanggapi dan memberikan solusi yang terbaik masalah ini,” jelasnya.

Kondisi pelayanan di rumah sakit plat merah tersebut juga sering mendapat keluhan dari sejumlah pasien. Seperti seringnya obat bagi pasien yang belum tersedia maksimal.

Warga menilai, kasus belum terbayarnya hak karyawan di RSUD Besuki itu juga berdmpak pada  pelayanan terhadap pasien.

Seperti yang disampaikan oleh Agus salah satu warga Besuki yang menilai bahwa pelayanan yang maksimal haruslah ditopang dengan seluruh fasilitas dan kebutuhan pasien .

“Kalau dari kebituhan sudah keteteran, apa lagi belum dibayarnya hak-hak karyawan pasti akan berdampak pada pelayanan. Aspirasi para medis menuntut haknya itu benar. Dan sebagai masyarkat, kami juga meminta kepada pemkab segera ikut turun tangan melihat kondisi sebenarnya di rumah sakit tersebut,” pungkasnya. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim