Jasad Santri Abu Dzarrin yang ‘Kalap’ Ditemukan Mengapung

Jasad Santri Abu Dzarrin yang ‘Kalap’ Ditemukan Mengapung

TerasJatim.com, Bojonegoro – Tubuh Choirur Rozak, santri Pondok Pesantren Abu Dzarrin, Dander Bojonegoro Jatim, yang tenggelam atau ‘kalap’ di sungai Bengawan Solo saat tengah mencuci jerohan hewan kurban sekira pukul 11.00 WIB siang, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekira pukul 23.25 WIB, Jumat (01/09).

Jasad korban ditemukan seorang warga yang berprofesi sebagai penambang perahu penyeberangan antara Kelurahan Jetak, Kota Bojonegoro – Desa Tulungrejo, Trucuk, tak jauh dari lokasi awal tenggelam.

“Ya, jenazah itu muncul ke permukaan air bengawan solo di sekitar lokasi awal tenggelamnya. Padahal di situ sudah diubek-ubek Tim SAR berjam-jam dan tidak ketemu, agak aneh juga,” ujar Saipul (40) warga yang ikut menyaksikan pencarian korban keheranan.

Namun, menurut warga lainnya, kejadian semacam itu sudah tidak begitu mengherankan lagi. Pasalnya, di daerah itu dipercaya agak wingit karena bukan baru kali ini saja korban kalap ditemukan mengapung tidak jauh dari lokasi awal tenggelam.

“Biasanya korban kalap di daerah sini tetap ditemukan setelah 12 jam. Sebelum jamnya ya enggak bakal ketemu meskipun sudah diubek-ubek tim pencari. Tetapi harus yakin bahwa semua atas kehendak Allah,” terang pria setengah baya warga setempat menanggapi keganjilan itu.

Menurut Andik Sudjarwo, Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, mendapat laporan penemuan korban dari warga, Tim SAR yang menghentikan pencarian sementara segera ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap jenazah kemudian langsung membawanya ke RSUD Bojonegoro untuk diperiksa tim medis.

“Sesuai laporan dari warga, sekira pukul 23.25 WIB, jasad korban ditemukan mengapung oleh warga. Selanjutnya Tim SAR dibantu warga segera mengevakuasi jenazah dan dibawa ke RSUD,” ungkapnya.

Untuk diketahui, setelah proses pemeriksaan medis dilalui, korban dinyatakan meninggal dunia lantaran gagal nafas akibat tenggelam. Selanjutnya jasad korban diantarkan ke pihak keluarga di Desa Bangilan Kecamatan Kapas. Jenazah tiba di kediaman sekira pukul 01.30 WIB, Sabtu (02/09) dinihari. (Saiq/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim