Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Implementasi Pancasila di Kehidupan Masyarakat

Implementasi Pancasila di Kehidupan Masyarakat

TerasJatim.com – Sejak berdirinya negara ini, Pancasila secara sadar telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara. Hal ini tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang merupakan kepribadian dan pandangan hidup bagi bangsa Indonesia.

Sejarah telah mencatat, Pancasila telah berulangkali diuji, baik kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya. Sehingga seharusnya tidak ada lagi kekuatan manapun yang berusaha untuk memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pun memiliki arti yang mendalam, baik secara historis maupun penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai Pancasila ini merupakan landasan cita-cita dalam melakukan kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan bernegara.

Menyadari pentingnya kelestarian Pancasila, kiranya perlu secara nyata dengan terus menerus, setiap individu warga negara untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila.

Tugas ini bukan hanya kewajiban bagi penyelenggara negara saja, namun siapapun mereka yang menjadi warga negara dan berada dalam lingkungan masyarakat di seluruh tanah air.

Namun, Pancasila selama ini hanya surplus dalam ranah wacana, tetapi defisit dalam tindakan dan pengamalan. Diakui atau tidak, selama ini Pancasila belum seluruhnya menjadi bagian dari pedoman tingkah laku.

Sebagai ideologi, Pancasila cenderung jalan di tempat dan belum menjadi pendorong lahirnya suatu perubahan yang dibutuhkan.

Tak jarang masih muncul wacana kontraproduktif yang justru merupakan langkah mundur, yakni dengan mempersoalkan kembali Pancasila sebagai ideologi bangsa. Bahkan tak jarang, sebagian ada yang berkeinginan untuk mengganti dengan ideologi lain.

Padahal Pancasila sudah final. Seharusnya sudah tidak ada lagi yang mempersoalkan esensi dari ideologi Pancasila. Untuk menjalaninya, perlu ada upaya agar nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sehari-hari.

Hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab bersama. Tak hanya mereka yang merasa paling Pancasialis. Siapapun memiliki kewajiban yang sama dalam mengisi ruang-ruang publik untuk memberikan pencerahan bahwa Pancasila adalah jalan tengah yang merupakan pilihan terbaik.

Di dalam Pancasila tidak hanya sekedar mengaplikasikan doktrin agama yang sesuai dengan salah satu agama terbesar, yakni Islam, tapi juga sesuai dengan seluruh agama yang diyakini oleh warga masyarakat yang ada di bumi pertiwi ini.

Oleh sebab itu, kiranya pengajaran nilai Pancasila di sekolah dan perguruan tinggi, sudah waktunya harus mulai diperkuat lagi. Agar generasi sekarang dan mendatang tidak semakin asing dengan Pancasila.

Absennya Pancasila di ruang publik selama dua dekade, membawa implikasi yang tidak sederhana. Anak-anak yang sekarang berumur sekitar 20-30 tahun (milenia), umumnya tidak memahami sejarah dan esensi dari Pancasila.

Padahal, bagi setiap generasi,  Pancasila merupakan perekat bangsa yang majemuk dan akan sangat berbahaya bagi bangsa ini ke depan bila generasi penerus tak lagi memahaminya.

Dengan menghayati dan mengamalkan Pancasila, tentunya juga dapat mematikan paham-paham lain yang selama ini diembuskan kelompok lain (radikal) yang ingin mendirikan khilafah di Indonesia, sebagai pengganti Pancasila. (Farradiba T. Rachel, mahasiswa Universitas Brawijaya Malang)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim