Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Hobi yang Menjadi Hoki

Hobi yang Menjadi Hoki
ilustrasi kios burung

TerasJatim.com, Bojonegoro  – Banyak kesuksesan yang bermula dari sekadar hobi yang awalnya dianggap iseng dan tidak penting. Ya, seperti halnya penghobi burung yang bisa menangguk untung jutaan rupiah setiap bulannya.

Suwarto, salah satunya. Pria 41 tahun warga Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru itu terbilang sukses, lantaran hobinya memiara burung. Tak perduli, apa saja jenisnya asal berkategori burung tetap ia ramut, meski bukan burung berkicau.

Lha wong itu kesenengan kok. Manuk emprit atau cipret sekalipun saya rumat,” ujarnya kepada TerasJatim.com di kios burung dan pakan miliknya.

Ia menceritakan, sebelum bisnis “perburungan” dilakukan, awalnya dia berdagang minuman kemasan di lapaknya tersebut. Karena hobi ngrumat manuk, tentu saja saat itu ada beberapa burung piaraannya yang dibawa di lapak minuman, sekadar dipajang untuk ayem-ayeman.

Tak di-nyana, ternyata banyak pelanggan minumannya yang iseng menawar burung pajangannya tersebut. Awalnya, kata dia, para pelanggan yang tertarik dan berminat membeli burungnya itu dianggap guyon bahkan ngece dirinya. “Tapi setelah saya tanggapi tawaran mereka itu ternyata di-tuku tenan. Nah, karena burung ingonan saya di rumah banyak, akhirnya sebagian saya pajang di sini (lapak, red) dan ternyata banyak peminat. Laris manuke tinimbang minuman,” imbuhnya sambil tertawa.

Sejak saat itulah, ia mencoba bertekad untuk serius nyemplung bisnis baru, yakni jualan burung lengkap dengan pakan sekaligus sangkar dan kebutuhan burung lainnya. Sementara, usaha minuman yang dulu ia geluti, kini diurus oleh istrinya.

Kini, dari hasil jual beli burung itu dirinya telah berhasil membangun rumah permanen dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Setiap bulannya, omzet dari usahanya tersebut rata-rata berkisar hingga belasan juta rupiah. Belum lagi jika burung dagangannya berhasil memenangkan kontes. Seekor burung bisa dihargai 5 sampai 10 juta rupiah.

“Kalau dagang burung ya harus rajin ikut kontes. Soal kalah menang itu urusan belakang yang penting bisa dikenal komunitas pecinta burung,” pungkasnya sambil ringkes-ringkes ulat pakan burungnya. (Saiq/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim