Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Hati-Hati Pakai Kuteks

Hati-Hati Pakai Kuteks

TerasJatim.com – Apakah Anda termasuk wanita yang suka memakai kuteks atau pewarna kuku? Jika iya, maka saat ini Anda perlu berhati-hati memilih jenis kuteks yang aman bagi kesehatan. Alasannya, bahan kimia pembuat pewarna kuku itu bisa saja mengandung racun dan membahayakan kesehatan Anda sendiri.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Duke University and Environmental Working Group mengungkap adanya senyawa bernama diphenyl phosphate (DPHP) yang bisa meresap dalam kuku.

Dilansir laman MSN, senyawa DPHP itu juga bisa terjadi saat tubuh memetabolisme senyawa kimia triphenyl phosphate (TPP).

Kenapa dengan TPP? menurut ilmuwan, senyawa itu dapat mengganggu hormon. Sama halnya dengan DPHP yang juga memicu masalah pada hormon seksual, endokrin, dan metabolisme lipid.

Senyawa TPP yang digunakan pada kuteks berfungsi untuk perekat dan membuatnya tahan api dan air.

Dalam studi tersebut ilmuwan melakukan tes pada urine pengguna kuteks sebelum dan sesudah mereka mengaplikasikan pewarna itu ke kuku. Setelah 10-14 jam pemakaian, kadar zat DPHP yang ditemukan dalam urine para partisipan naik hingga tujuh kali dibanding sebelum memakai kuteks.

Kadar zat tersebut bahkan naik hingga lebih tinggi lagi pada 20 jam pemakaian. Itu artinya, senyawa berbahaya yang ada pada kuteks bisa meresap dalam tubuh manusia melalui kuku.

“Ingatlah bahwa kita tidak bisa percaya label pada produk kuteks di salon yang mengklaim kuteks bebas racun kimia,” jelas Rebecca Sutton, seorang ilmuwan di Environmental Working Group, dilansir laman WebMD.

Anda bisa saja melihat tulisan toxic free” pada botol kuteks namun hal itu bukan berarti keamanan  kuteks tersebut sudah terjamin. Jadi waspadalah dengan tidak sembarang membeli kuteks dan memakainya.

Efek negatif dari zat berbahaya itu mungkin tidak akan terasa dalam jangka pendek, namun bisa saja muncul pada jangka panjang pemakaian rutin kuteks. (Sis/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim