Hati-Hati Bermain Medsos

Hati-Hati Bermain Medsos

TerasJatim.com – Sebagian besar orang kini akrab berselancar di media sosial. Ada yang menggunakan media sosial sebagai ajang curhat ataupun untuk berbagi tentang tulisan yang dibacanya.

Namun sayangnya, kadang tidak banyak yang menyadari bahwa tulisan yang diunggah ataupun yang diunduh kemudian disebarkan, mempunyai dampak yang dahsyat.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya kita semakin berhati-hati terhadap tulisan dan postingan lain di jejaring sosial yang kita unggah dan temukan.

Media sosial merupakan alat yang sangat bermanfaat jika kita bisa menggunakannya secara cerdas, tahu waktu, dan bertanggung jawab.

Tulis dan sebarlah sesuatu yang baik, benar dan bermanfaat. Jangan memposting sesuatu yang bisa memunculkan fitnah atau merugikan pihak dan orang lain.

Sekedar mengingatkan, revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mulai berlaku pada Senin, (28/111) kemarin.

Hal ini menuntut kita dan warga masyarakat lainnya agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi di ranah media sosial.

Di dalam UU ITE itu dijelaskan, bahwa masyarakat dilarang membuat dan menyebarkan informasi yang bersifat tuduhan, fitnah, maupun SARA yang mengundang kebencian.

Otomatis, yang bisa dijerat bukan hanya yang membuat, tapi juga yang mendistribusikan dan mentransmisikannya.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika kita jangan terlalu mudah untuk menyebar informasi yang bisa menimbulkan kebencian terhadap seseorang atau kelompok lain tertentu.

Kendati dalam Pasal “karet” 27 terdapat pengurangan hukuman pidana untuk kasus pencemaran nama baik dari yang semula 6 tahun menjadi 4 tahun penjara.

Kemudian dalam Pasal 29 tentang pengancaman dengan kekerasan, semula berlaku hukuman 11 tahun, kini juga hanya empat tahun.

Lantaran karena ketidaktahuan atau pura-pura tidak tahu resikonya dalam ber-medsos, sudah puluhan orang kita dengar telah dijerat dengan pasal-pasal yang ada dalam UU ITE ini. Rasanya, cukup sudah.

Sikap hati-hati dan tidak sembrono dalam ber-medsos adalah kata kuncinya.

Apapun piranti hukumnya, sebaiknya kita menyadari bahwa media sosial bukan ruang hampa. Kebebasan yang menjadi azazi kita di negeri ini  tidak sepenuhnya bebas tanpa batas.

Dalam setiap helaan nafas, kita senantiasa berhadapan dengan kepentingan orang lain dan nama baik pihak lain.

Karena itu UU ini bisa jadi pengingat bagi kita, bahwa kita hidup berdampingan dan bukan hidup sendirian.

Salam Redaksi

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim