Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Hasil Uji Lab Kasus Keracunan Massal Nasi Berkatan di Doko Blitar, Akhirnya Keluar

Hasil Uji Lab Kasus Keracunan Massal Nasi Berkatan di Doko Blitar, Akhirnya Keluar

TerasJatim.com Blitar – Teka teki penyebab keracunan masal yang menimpa puluhan warga di Blitar usai menyantap berkat kenduri hajatan beberapa waktu lalu, akhirnya menemui titik terang.

Berdasarkan hasil laboratorium sample makanan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, makanan yang diduga menyebabkan warga Desa Slorok Kecamatan Doko Kabupaten Blitar mengalami keracunan massal itu, tidak ditemukan adanya zat yang membahayakan seperti halnya racun.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberatasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, hasil laboratorium sudah keluar sejak 23 Februari 2018. Namun baru sampai di Dinkes Kabupaten Blitar pada 27 Februari 2018.

“Hasilnya, dari hasil uji bakteriologi memang ditemukan ada yang positif Salmonella and Staphylococcus. Namun hanya terdapat pada 3 orang dari hasil uji swab atau kotoran. Sedangkan hasil lab kimia maupun mikrobiologi dipastikan semuanya negatif,” jelasnya kepada TerasJatim.com, Jumat (09/03).

Krisna menambahkan, dari hasil uji kimia dari sample yang diambil, tidak ada bahan-bahan beracun, mulai dari nitrit, sianida, maupun logam berat. Sedangkan pemeriksaan mikrobiologi semuanya negatif, baik Salmonella, E-coli, Staphylococcus, Vibrio cholerae, Clostridium, maupun Bacillus cereus.

Lebih lanjut Krisna menjelaskan, penyebab keracunan makanan ini mengarah pada kebersihan makanan. Artinya pihaknya tidak menemukan unsur kesengajaan seperti ditambah bahan-bahan berbahaya.

Menurut Krisna, untuk mengantisipasi terjadinya kejadian luar biasa (KLB) keracunan massal, pihaknya berharap masyarakat yang melakukan hajatan memperhatikan kebersihan, terutama bahan baku yang digunakan jangan sampai menggunakan yang tidak layak digunakan.

“Sebenarnya dengan adanya keracunan yang dialami masyarakat dan juga anak sekolah, kita tidak segan-segan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, baik itu lewat UMKM, warung, maupun catering. Karena orang-orang ini adalah yang menangani atau yang lebih banyak memproduksi makanan untuk orang banyak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan, pihaknya telah menerima hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.

Pihaknya menyimpulkan, jika kasus keracunan massal yang mengakibatkan 71 warga Desa Slorok Kecamatan Doko Kabupaten Blitar yang mengalami keracunan itu dipastikan tidak ada unsur kesengajaan.

Sebelumnya, puluhan warga mengaku mual dan pusing setelah menyantap nasi berkatan kenduri berisi nasi dan olahan daging kambing dari rumah Sunarji (38), warga Dusun Jatiroto RT01/RW01 Desa Slorok Kecamatan Doko Kabupaten Blitar, pada Kamis (15/02) lalu.

Setidaknya sejumlah warga harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. (Mfh/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim