Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Direktur RSUD Blambangan Sebut Stafnya Belum Pahami Aturan SPM

Direktur RSUD Blambangan Sebut Stafnya Belum Pahami Aturan SPM

TerasJatim.com. Banyuwangi – Pasca ramainya pemberitaan terkait pelayanan RSUD Blambangan Banyuwangi beberapa hari lalu, pihak rumah sakit akhirnya mengundang keluarga pasien Misati untuk dipertemukan dengan beberapa pegawai rumah sakit plat merah tersebut.

Peristiwa ini berawal saat salah satu pasien atas nama Misati, yang mengaku kecewa karena merasa diping-pong oleh sejumlah pegawai rumah sakit terkait pelayanan kesehatan dengan menggunakan Surat Pernyataan Miskin (SPM).

Saat dikonfrontir, Slamet, salah satu keluarga pasien (Misati) meminta masing-masing kepala bagian untuk mempresentasikan prosedur penangan SPM.

“Sekarang begini mumpung disini ada direktur, kalau memang bapak memahami penangan SPM sekarang saya tanya, umpama saya masuk UGD tanggal 10, kan kami dikasih waktu 3 hari untuk mengurus. Lalu tanggal berapa batas kami terakhir kali menyerahkan SPM?,” tanya Slamet ke salah satu kepala bagian RSUD Blambangan.

Menaggapi pertanyaan tersebut, Asrofik, salah satu pegawai rumah sakit menjawab jika SPM Dinas Sosial akan berakhir tanggal 13. “Ya tanggal 13 mas,” ujar Asrofik.

Jawaban Asrofik dibantah Slamet. Sebab dari keterangan yang didapat dari Dinas Sosial, SPM tersebut berakhir tanggal 14. “Besok saya akan konfirmasi ke dinas-dinas terkait,” ujar Slamet.

Slamet meminta semua pihak yang bertugas rumah sakit milik Pemkab itu melakukan pembenahan terkait pelayanan bagi warga Banyuwangi.

“Sudahlah, saya ingat betul kejadiannya dan siapa saja yang pada saat itu bertugas melayani. Kalau saya bongkar semua bagaimana penanganan RSUD blambangan, panjang nanti ceritanya,” imbuhnya.

Slamet juga meminta kepada pimpinan RSUD Blambangan untuk segera memanggil dua orang staf lainnya, karena merekalah yang saat itu bertugas melayani, namun tidak datang saat dilakukan proses mediasi.

Sementara itu, Direktur RSUD Blambangan, dr Taufik Hidayat menuturkan, bahwa stafnya mengaku tidak memahami aturan SPM yang baru.

“Sudah saya panggil, dan sudah mengaku kalau dia belum memahami aturan SPM yang baru,” tulis Taufik dalam pesan WhatsApp pribadinya,” Sabtu (21/07)

Taufik menambahkan, sebagai pimpinan dirinya berterimakasih atas masukan warga dan berjanji akan menindak tegas pegawai yang tidak mematuhi aturan.

“Kami akan terus berbenah, hari ini kami buat edaran terkait aturan SPM untuk dijadikan perhatian seluruh pegawai,” pungkasnya. (Ars/Ns/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim