Dinilai Berisi Ujaran Kebencian, PDIP Sidoarjo Laporkan Pemilik Akun FB Heru Dwi

Dinilai Berisi Ujaran Kebencian, PDIP Sidoarjo Laporkan Pemilik Akun FB Heru Dwi

TerasJatim.com, Sidoarjo – Dinilai menyebarkan ujaran kebencian, pemilik akun Facebook (FB) bernama Heru Dwi, dilaporkan pengurus DPC PDI Perjuangan Sidoarjo ke polisi, Rabu (18/10).

Akun tersebut dinilai menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, provokatif, dan pencemaran nama baik, terhadap partai serta calon gubernur (cagub) Jatim, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Tito Pradopo mengatakan, akun tersebut mengunggah foto yang bertuliskan kalimat ‘Seandainya Gus Iful Tidak didukung PKB-PDIP dalam Pilgub Jawa Timur’.

“Kemudian, akun ini melanjutkan komentar dalam foto status tersebut, yakni ‘Kenapa Gus Iful Mau Didukung Partai yang menistakan agama Islam dan ulama’. Komentar lanjutannya ini yang menjadi alasan kami melaporkan akun Heru Dwi ini,” katanya, Rabu (18/10) sore.

Menurut Tito PDIP merupakan parpol berideologikan Pancasila. PDIP pun memiliki organisasi sayap partai yang menekankan kepada sisi ke-Islaman kader-kadernya, yaitu Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).

Status yang ditulis akun Heru Dwi ini, lanjutnya, merupakan fitnah dan berpotensi memprovokasi masyarakat Kota Delta. Pribadi Gus Ipul, sebut Tito, juga tercoreng, padahal warga Jatim mengetahui sosoknya sebagai muslim yang taat.

“Akun tersebut mengaku seorang dokter PNS di RSUD Sidoarjo. Isi status-statusnya, kami telusuri, sering mengatakan hal-hal yang provokatif. Sangat tidak pantas mengucapkan kata-kata tersebut,” sambungnya.

Sedang Wakabid Kehormatan DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Mundzir Dwi Ilmiawan menegaskan, dengan dasar tersebut, pihaknya menyimpulkan bahwa status dan komentar pada akun Heru Dwi tersebut adalah salah besar.

“Status itu malah cenderung fitnah dan ujaran kebencian belaka. Makanya segera kami laporkan ke aparat hukum, biar penegak hukum yang memprosesnya,” tandasnya.

Mundzir mengaku khawatir jika ini dibiarkan, akan menimbulkan gesekan maupun lainnya yang menjurus ke arah SARA. “Saya khawatir kalau masyarakat bawah yang tahu, akan muncul gejolak. Saya tidak ingin situasi dan suasana Pilkada di Jakarta terbawa ke Jatim. Makanya hal sekecil apapun harus disikapi menjelang Pilgub Jatim ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris mengaku menerima laporan dari pengurus PDI Perjuangan itu. “Masih baru masuk, dan akan kami tindaklanjuti laporan tersebut,” kata Haris. (Ah/Kta/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim