Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Dilengserkan dari Ketua KONI Bojonegoro, Ini Penjelasan Lukman Wafi

Dilengserkan dari Ketua KONI Bojonegoro, Ini Penjelasan Lukman Wafi

TerasJatim.com, Bojonegoro – Di tengah keseriusan KONI Kabupaten Bojonegoro dalam persiapan Porprov ke VI tahun 2019, tiba-tiba tersiar kabar Lukman Wafi, dilengserkan dari kursi Ketua KONI Bojonegoro dengan cara dimosi tdak percaya.

Terkait hal itu, Lukman Wafi, mengaku tidak tahu menahu apa penyebabnya. “Saya banyak di telpon oleh teman-teman media dan meminta klarifikasi. Saya bilang saya harus ketemu bupati dulu, setelah itu saya akan menjelaskan ke media. Namun ternyata tidak ada respon dari bupati,” jelasnya kepada TerasJatim.com, Kamis (17/01/19).

Menurut Wafi, sapaan akrabnya, ia perlu memberikan klarifikasi terkait berita yang beredar. Ia menegaskan tidak benar jika selama menjabat ketua KONI, ia sulit ditemui.

“Setiap hari saya ngantor di KONI. Apalagi dalam mempersiapkan Porprov 2019 ini koordinasi dengan cabor dan pelatih sangat intens. Hanya mereka yang tidak bisa menyesuaikan dengan ritme kegiatan KONI dan tidak mau berubah yang terpaksa harus ditinggal,” imbuh pria yang pernah menjabat Kepala Bakesbang Linmas Bojonegoro ini.

Ia juga membantah jika pihaknya dianggap tidak transparan terkait keuangan di KONI. “Saya jadi heran kok bisa-bisanya mengatakan KONI gak bikin laporan pertanggungjawaban tahun 2018. Laporan sudah diserahkan ke kantor BPKAD dan diterima oleh staf di sana pada tanggal 10 januari 2019,” bebernya.

Terkait tentang pelengseran dirinya sebagai orang nomor satu di KONI, Wafi menduga ini sebagai bagian dari konsolidasi politik.

Wafi juga menyesalkan sikap Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, yang tidak meminta penjelasan dari pihaknya terlebih dahulu. “Kalau memang bupati menerima laporan tentang KONI, panggil dong saya, minta klarifikasi. Kalau perlu silahkan dikonfrontir dengan si pelapor, itu akan lebih elegan. Tapi yang terjadi ketua KONI diberhentikan dan bupati menunjuk Kadinpora sebagai Plt.Ketua Koni,” sergahnya.

Ia menambahkan, jika alasannya persiapan Porprov 2019 dianggap tidak beres, apalagi Bojonegoro sebagai tuan rumah, hal itu sangatlah mengada-ada. Sebagai tuan rumah, lanjut Wafi, yang bertanggung jawab adalah Pemkab. Sedangkan KONI bertanggung jawab dalam menyiapkan atlet. Wafi juga mengaku pihaknya sudah memperjuangkan agar acara pembukaan Porprov dilangsungkan di Bojonegoro.

“Bagi saya gak masalah saya tidak dikehendaki jadi ketua KONI. Saya tidak terbebani dengan pencopotan ini. Hanya saja hargailah aturan main yang ada di KONI. Apalagi masa bakti kami akan berakhir bulan september 2019. Ketua KONI tidak dengan SK Bupati lho, tapi SK Ketua KONI Provinsi. Lalu apa yang sesungguhnya menjadi alasan? pungkasnya dengan nada tanya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 19 cabang olah raga (cabor) di Bojonegoro melakukan mosi tidak percaya terhadap Ketua KONI Bojonegoro, di ruang Batik Madrim Pemkab Bojonegoro, pada Selasa (15/01/19) malam.

Ke-19 cabor ini beralasan, pelengseran ini dilakukan lantaran sulitnya komunikasi dengan Ketua KONI dan kurang keterbukaan KONI kepada pengurus cabor lainnya. (Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim