Diduga Kelelahan Pendaki Asal Jakarta Meninggal di Gunung Semeru

Diduga Kelelahan Pendaki Asal Jakarta Meninggal di Gunung Semeru

TerasJatim.com, Lumajang – Chandra Hasan (33) warga Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, meninggal dunia saat melakukan pendakian di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang Jawa Timur, Senin (03/10) sore.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Hendro Wahyono membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Iya benar atas nama Chandra usia 33 tahun dari Jakarta,” katanya, Selasa (04/10).

Menurutnya, Chandra bersama empat orang rekannya melakukan pendakian pada tanggal 3 Oktober 2016, dan tiba di pos perizinan serta pengecekan pengujung di kantor Resor Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Kemudian mereka mendaki pada pukul 14.30 WIB.

Diduga lantaran kelelahan, Chandra jatuh pingsan dan rekan Chandra melapor ke petugas di Ranupani. Saat diperiksa, didapati detak jantung dan nadi berhenti.  Pada pukul 17.30 WIB, jenazah Chandra dievakuasi.

Jasad korban dievakuasi dengan mobil ambulan dari Ranupati ke Sendoro untuk di visum.

Saat ini jenazah berada di RSUD Soebandi dan petugas masih menunggu pihak keluarga. Sebelumnya pada 13 September lalu, pendaki asal Pekalongan, Jawa Tengah, Ziman Arofik, juga meninggal karena sakit.

Sekadar mengingatkan, sebelumnya seperti yang ditulis TerasJatim.com, belum genap sebulan, Zimam Arofik pemuda asal Pekalongan Jawa Tengah yang mendaki Semeru bersama 6 orang lainnya juga meninggal lantaran sakit, pada Rabu,14 September 2016 lalu.

Korban meninggal dunia di Pos Kalimati Gunung Semeru atau berada di ketinggian 2.700 meter di atas permukaan laut saat melakukan pendakian di Gunung Semeru. (Luk/Red/TJ/KBRN)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim