Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Dianggap Lecehkan Kyai di Medsos, Seorang ABG di Situbondo Diciduk

Dianggap Lecehkan Kyai di Medsos, Seorang ABG di Situbondo Diciduk

TerasJatim.com, Situbondo – Postingan salah satu warganet melalui medsos (media sosial) yang dianggap melecehkan seorang ulama di Situbondo Jatim, berbuntut panjang.

Dalam sebuah postingan di group Info Warga Situbondo, EW (16), remaja asal Desa Kesambirampak Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo, dianggap melecehkan KHR Ach Azaim Ibrahimy, pengasuh Pondok Pesantren Salifiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

Tak ayal postingan tersebut  membuat sejumlah warga tak terima dan langsung menuai kecaman dari netizen lain. Para netizen menganggap postingan EW tersebut mengandung  ujaran kebencian.

Tak ingin menjadi bola liar, kasus tersebut langsung direspon oleh aparat Polres Situbondo.

Kapolres Situbondo AKBP Sigit Dany Setiyono langsung bergerak dan membawa EW datang ke kediaman Kyai Azaim untuk meminta maaf, Senin (01/01).

Kyai Azaim pun dengan lapang dada telah memaafkan pelaku yang dianggap telah menghina dirinya melalui medsos. Namun kasus tersebut harus tetap diproses secara hukum.

Ia juga meminta para santri, alumni, dan simpatisan untuk mengawal kasus tersebut dengan tenang, beradab dan berakhlakul karimah.

“Tunjukkan bahwa kalian santri Kiai Syamsul, santri Kiai As’ad, dan santri Kiai Fawaid yang berakhlakul karimah. Jangan coreng nama beliau-beliau dengan perbuatan yang merusak stabilitas keamanan,” pesannya kepada ratusan warga yang mendatangi Pondok Sukorejo, Senin (01/01) kemarin.

Menurut Kiai Azaim, sebagai pribadi, sebelum EW meminta maaf, ia telah memaafkan perilakunya yang dianggap menghina dirinya. “Kita harus belajar kepada sifat Rahman-nya Allah yang mengasihi semua orang. Namun di sisi lain, kita juga belajar kepada sifat ‘Adalah-nya Allah yang Maha Adil. Dengan demikian, keadilan harus tetap ditegakkan. Kasus hukum yang menyangkut EW tetap dilanjutkan,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Situbondo, AKBP Sigit Dany Setiyono mendukung sikap yang ditempuh Kyai Azaim.

Sigit mengimbau kepada semua pihak untuk bersikap tenang dan mendukung langkah hukum aparat kepolisian.

“Kami minta warga untuk tidak berbuat anarkis. Bagi netizen, tolong agar bijak bermedsos. Jangan sekali-kali menyebar berita bohong maupun ujaran kebencian,” pungkasnya. (Aka/Kta/Red/TJ

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim