Di Mata Warga, Korban Pengeroyokan Oknum Bonek Dikenal Pemalu dan Santun

Di Mata Warga, Korban Pengeroyokan Oknum Bonek Dikenal Pemalu dan Santun

TerasJatim.com, Bojonegoro – Suasana duka menyelimuti kediaman salah seorang anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Aris Eko Ristanto (24), di Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro Jatim, korban tewas akibat pengeroyokan oknum suporter Bonek di depan SPBU Balongsari Surabaya, Minggu (01/10) dinihari.

Pantauan TerasJatim.com di lokasi rumah duka, sejak pagi hingga malam ini , ribuan pelayat dari anggota PSHT dari berbagai daerah datang secara bergelombang berbaur dengan warga setempat.

Meninggalnya Aris akibat pengeroyokan oknum Bonek itu tak urung membuat para kerabat, tetangga dan saudara seperguruannya merasa sangat kehilangan. Pasalnya, di mata kerabat, tetangga dan teman karibnya, korban dikenal sebagai sosok yang santun, rendah hati dan pendiam.

“Aris itu tidak pernah neko-neko, gak tau kakean polah. Dia pendiam, sopan, bahkan anakanya sangat pemalu,” kata H Hartono, pakde korban, Minggu (01/10) malam.

Hartono menceritakan bahwa korban adalah tulang punggung keluarganya. Ayahnya meninggal dunia sejak korban duduk di bangku SD, karenanya sejak lulus SMK ia langsung bekerja di Surabaya untuk membantu ekonomi keluarga.

“Nasibnya dari kecil susah, tapi anaknya rajin. Ia juga membiayai kebutuhan sekolah adiknya dari hasil bekerja di Surabaya itu,” lanjutnya sembari menghela nafas.

Beberapa informasi lain menyebutkan, sejatinya hari ini korban bermaksud akan melangsungkan acara Aqiqahan untuk adiknya. Semua persiapan, termasuk kambing dan segala kebutuhan selamatan sudah ia siapkan sebelumnya. Namun nahas, peristiwa tragis menimpanya

“Sebenarnya sepulang dari pengesahan warga baru PSHT Cabang Gresik itu, ia bermaksud mengambil baju ganti di tempat kosnya di Surabaya lalu akan pulang selamatan Aqiqah adiknya,” ungkap Mukari, saudara seperguruan korban, dengan setengah terisak.

Informasi lain, perwakilan Polreatabes dan perwakilan Wali Kota Surabaya sore tadi juga melayat ke kediaman almarhum Aris guna menyampaikan rasa belasungkawa dan memberikan santunan.

Sementara itu, Ketua PSHT Ranting Kepohbaru Cabang Bojonegoro, Suwignyo menghimbau kepada seluruh anggota PSHT dimanapun berada agar menahan diri menghadapi peristiwa tragis itu.

“Kita percayakan pada aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini. Jangan ada yang melakukan tindakan anarkis atau balas dendam terhadap anggota Bonek yang justru bisa memperkeruh suasana,” pesannya.

Seperti diketahui, ada dua korban tewas dalam peristiwa pengeroyokan oknum suporter sepak bola sepulang dari acara pengesahan tersebut, yakni Aris Eko Ristanto (24) dan Anis (20). Keduanya merupakan saudara sepupu. Aris beralamat di Desa Tlogorejo Kepohbaru Bojonegoro, sementara korban Anis sudah menetap di Simorejosari Surabaya.

“Anis itu aslinya dari sini (Desa Tlogorejo) tetapi saat ini sudah menetap di Surabaya. Kasihan juga, ia meninggalkan anak yang baru berusia 8 bulan,” terang Sulastri (41) penjual kopo tetangga dekat kedua korban.

Hingga berita ini ditulis jenazah almarhum Aris belum tiba di rumah duka. Sementara, para pelayat terus berdatangan hingga tumpah memenuhi jalan desa setempat. (Saiq/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim