Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Di Malang DB Serang 1 RW, Blitar Rumah Sakit Penuh

Di Malang DB Serang 1 RW, Blitar Rumah Sakit Penuh
Tampak para pasien DBD yang harus dirawat di Ruang UGD RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar

TerasJatim.com, Malang, Blitar – Intensitas hujan yang sudah mulai meninggi, membuat kasus demam berdarah di beberapa wilayah di Jawa Timur makin marak.

Seperti yang terjadi di Kota Malang dan Kabupaten Blitar ini. Di Malang, kasus yang layak mendapat perhatian lebih adalah kasus DB di salah satu RW di Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang.

RW 9 Kelurahan Lesanpuro tercatat tinggi angka suspect penyakit demam berdarah ini, sebab tidak sampai sebulan terakhir, jumlah penderita telah mencapai 10 orang. “Hampir sebulan ini, yang berhasil kami deteksi dengan tim puskesmas sebanyak 10 orang. Beberapa, rumahnya berdekata,” ujar Ketua RW 9 Kelurahan Lesanpuro, Emin Satria.

Menurut dia, terdapat satu korban meninggal di Desember lalu. Sementara, korban lain yang terdeteksi terkena demam berdarah, sudah mendapatkan penanganan dengan cepat karena keluarganya membawa ke rumah sakit.

Dia juga menjelaskan, di wilayah RW 9 terdapat 6 RT, yang telah mendapatkan pelayanan fogging (pengasapan) Desember lalu. Tetapi masih satu lokasi saja yang mendapat jatah fogging, yang bulan lalu sudah terdeteksi warga terkena DB lagu yakni di RT 3.

Seperti diberitakan TerasJatim.com sebelumnya, Kota Malang saat ini siaga demam berdarah, sebab menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Malang, sepanjang 2015 lalu sudah ada 287 orang suspect DB, tiga diantaranya meninggal dunia. Sedangkan di awal tahun ini, per 8 Januari 2016 data yang masuk ke Dinkes sebanyak 5 orang suspect DB.

db

Sementara itu dari Blitar dilaporkan, penderita penyakit demam berdarah di wilayah Kabupaten Blitar, kian mengkhawatirkan. Dalam sehari, rata-rata 2 sampai 3 pasien diterima yang terserang DBD.

Seperti yang terlihat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Hampir semua ruangan anak penuh oleh penderita DBD. Di Ruang anak Anggrek, hampir semua tempat tidur juga terisi oleh penderita penyakit ini.

Ada juga pasien Ibu dan anaknya yang sama-sama terserang DBD, yakni Siti Masrikah (30) dan Risma (10) warga Desa Jabung Kecamatan Talun Kabupaten Blitar.

Bahkan, hingga kini, masih ada 2 pasien DBD yang harus dirawat di Ruang UGD RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Yakni Anggi (10) warga Desa Tawangsari Kecamatan Garum dan Ilma Ainus Solfa (15) warga Desa Tawangrejo Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Dokter Ahas Loekqijana Agrawatimars mengatakan, di awal Bulan Januari ini saja, pihaknya sudah merawat 30 penderita DBD . “Untuk dua pasien yang masih dirawat di ruang UGD, secepatnya akan kita carikan kamar untuk perawatan.” terang Dokter Ahas Loekqijana Agrawatimars, kepada TerasJatim.com, Rabu (13/01). (Dim/Aji/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim