Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Derita Pria asal Plumpang Tuban, Cacat Fisik dan Hidup di Emperan

Derita Pria asal Plumpang Tuban, Cacat Fisik dan Hidup di Emperan

TerasJatim.com, Tuban – Warga miskin di wilayah Kabupaten Tuban ternyata masih banyak saja ada yang belum tersentuh oleh tangan-tangan pemangku kekuasaan di bumi wali ini.

Seperti yang terjadi pada nasib Sumarko, warga Dukuh Kunir RT02 RW13, Desa/Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban Jatim ini. Ia harus hidup menumpang di emperan dapur milik adiknya dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Pria yang juga mengalami cacat fisik ini, harus mendiami sebuah emperan ala kadarnya yang hanya dapat digunakan untuk sekedar berbaring saja. Sebab ukurannya sangat sempit, hanya seluas 1,5 kali 3 meter saja.

Dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu (baca :gedhek), dan berdekatan dengan jamban serta saluran pembuangan air, Sumarko menghabiskan hari-harinya di dekat comberan.

Hingga umurnya yang sudah menginjak 53 tahun, Sumarko yang belum pernah menikah ini mengaku masih memiliki harapan untuk dapat mempunyai tempat tinggal sendiri, sehingga tidak hidup menumpang di emperan saudaranya lagi.

“Saya sangat tersiksa mas karena serba sungkan kalau ada tamu yang datang mengunjungi saya. Apalagi kalau sudah malam,” ucap Sumarko, saat menerima kedatangan TerasJatim.com, Rabu (11/04) siang.

Untuk urusan makan dalam kesehariannya, Sumarko mengaku hanya tergantung kepada kebaikan adiknya, yang memberikan tumpangan hidup untuk tempat berteduh.

Menurutnya, selama menjalani hidupnya, Sumarko mengaku penuh dengan penderitaan. Ia hanya bisa bersabar, karena pada dasarnya hidup tidak pernah dimintanya, termasuk ditakdirkan menjadi apapun juga ia tak bisa menolaknya.

“Ibaratnya makan asam garam dalam kehidupan ini saya sudah kenyang mas. Boleh dibilang garam tidak lagi terasa asin dan asam juga tidak lagi terasa kecut, sebab dari kecil hidup saya ini sudah bergelut dengan penderitaan,” imbuhnya dengan nada lirih.

Sementara, Pjs Kepala Desa Plumpang, Drs. Muhrodli yang juga Sekretaris Desa Plumpang, saat dikonfirmasi TerasJatim.com via telepon selulernya mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum mengetahui secara detail terkait kondisi Sumarko.

“Untuk kegiatan bantuan rumah bagi warga miskin sebenarnya ada program RPLH. Tapi saya sendiri tidak mengetahui apakah Sumarko termasuk salah satunya atau tidak,” terangnya.

Disinggung terkait program peningkatan sosial dasar kemasyarakatan di dalam implementasi Dana Desa, ia menjawab, untuk mendapatkan bantuan semacam itu harus melalui usulan warga.

“Sementara untuk tahun ini juga sudah tidak bisa lagi karena perencanaan sudah jadi. Maka kemungkinannya adalah tahun depan dan itupun harus masuk di dalam klasifikasi warga yang layak mendapatkan bantuan,” tandasnya. (Adi/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim