Derita Petani di Bojonegoro, Gagal Tanam dan Serangan Tikus

Derita Petani di Bojonegoro, Gagal Tanam dan Serangan Tikus

TerasJatim.com, Bojonegoro – Puluhan bahkan ratusan hektar lebih tanaman padi milik warga di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, rusak lantaran luapan banjir Bengawan Solo yang terjadi beberapa waktu lalu.

Padi dengan usia tanam rata-rata 2 hingga 3 minggu tersebut membusuk karena terendam air banjir hampir sepekan.

“Jelas gak panen, lha wong tanem berkali-kali gagal terus sak jalan iki,” ujar Suyitno, petani Desa Lebaksari, Baureno, Selasa (22/11).

Meski tidak semua tanaman padi di daerah pinggiran Bengawan Solo mengalami hal serupa, tetapi hampir bisa dipastikan ratusan hektar lahan di sepanjang bantaran mengalami gagal tanam tersebut.

Masio gak semua tanaman padi busuk, tapi jelas ratusan hektar kalau seluruh kawasan Bengawan Solo, yang terbentang dari Baureno sampai Kasiman,” timpalnya lagi.

Sementara itu, di tempat lainnya, para petani mengeluhkan serangan hama tikus yang menghancurkan persemaian benih padi mereka. Bahkan, petani terpaksa berkali-kali menebar benih.

Seperti yang disampaikan Kades Sraturejo, Baureno, Supriyadi, hampir 50 persen lahan pertanian seluas 160 hektar lahan pertanian di desanya diserang hama pengerat batang tanaman padi tersebut.

“Masa tanam kali ini berat, para petani harus mengeluarkan modal berlipat untuk menanam padi karena dua kali menebar bibit persemaian. Belum lagi setelah tanampun masih dilanda tikus,” ungkapnya.

Atas kesulitan para petani itu, ia berharap pemerintah melalui Dinas Pertanian setempat segera melakukan langkah-langkah untuk meringankan beban para petani, paling tidak turun ke lokasi dan memberikan bantuan secukupnya. (Saiq/Red/TJ)

banner 468x60

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim