Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Densus 88 Ambilalih Kasus Penyerangan Polisi di Paciran Lamongan

Densus 88 Ambilalih Kasus Penyerangan Polisi di Paciran Lamongan

TerasJatim.com, Surabaya – Eko Ristanto (35), pecatan polisi yang juga pelaku perusakan pos Lantas di kawasan WBL Paciran Kabupaten Lamongan, serta penyerangan terhadap Bripka Andreas DA, anggota Lantas Polsek Paciran Lamongan, akhirnya ditangani Tim Densus 88 Anti Teror Polri.

Sedang seorang pelaku lainnya, M Syaif Ali Hamdi (17), warga Sedayu Lawas Gang Singgeh Kabupaten Lamongan, kini masih diamankan di Mapolda Jatim.

Kapolda Jtaim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, kasus ini diambilalih oleh Densus 88 Anti Teror, karena dari hasil penyelidikan ditemukan sejumlah bukti yang mengarah pada kelompok radikal.

Selain menyita barang bukti berupa ketapel dan 7 kelereng, serta sepeda motor Honda Supra Fit nopol W 2593 RM, dari rumah kontrakan Eko Ristanto di Gang Bukit Indah II Dusun Ngeneng Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain, diantaranya sejumlah buku.

Barang-barang yang disita tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok radikal. Salah satunya adalah sebuah buku berjudul Aqidah Para Nabi & Rasul, karangan Abu Sulaiman alias Aman Abdurrahman, yang dikenal sebagai pentolan teroris Indonesia yang divonis hukuman mati pada Juni 2018 lalu di PN Jakarta Selatan.

Baca juga: http://www.terasjatim.com/pecatan-polisi-rusak-pos-lantas-di-wbl-paciran/

“Kasus ini diambilalih langsung oleh Densus 88 Anti Teror. Ini dilakukan karena dari hasil penyelidikan di rumah tersangka ditemukan banyak buku-buku dan benda-benda atau simbol yang mengarah pada kelompok radikal,” jelasnya, Rabu (21/11).

Sementara kondisi Bripka Andreas DA yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, hingga saat ini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Andreas mengalami luka serius pada bagian kelopak mata. Luka itu disebabkan oleh lesatan kelereng yang dilontarkan pelaku dengan menggunakan ketapel. Pasca menjalani operasi, kondisi Andreas sudah mulai membaik. (Ah/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim