Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Dari Konsep Sederhana, Desa Baureno Bojonegoro Bertekad Jadi Sentra Industri Tanaman

Dari Konsep Sederhana, Desa Baureno Bojonegoro Bertekad Jadi Sentra Industri Tanaman

TerasJatim.com, Bojonegoro – Kesadaran warga Desa Baureno Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Jatim, terkait pentingnya penghijauan demi kelestarian lingkungan hidup semakin meningkat. Terbukti, tak sedikit dari mereka kini menekuni dunia pembibitan dan budidaya tanaman baik jenis tanaman keras, bunga dan tanaman buah.

Kades Baureno, Sukarno, kepada TerasJatim.com mengaku gembira lantaran perilaku warganya tersebut berbanding lurus dengan konsep yang selama ini menjadi angan-angannya. Sebab, sejak 2015 lalu ia telah merintis budidaya tanaman secara pelan sembari terus menggugah kesadaran warganya.

“Awalnya saya bersama beberapa warga mencoba melakukan pembibitan tanaman ala kadarnya. Ketika itu tanamannya baru jenis bunga bougenvil dan beberapa varian lain secara terbatas,” ujarnya sambil menunjukkan lokasi lahan pembibitan belakang rumahnya, Jumat (09/03) sore.

Awalnya, lanjut Kades, pembibitan itu sekadar untuk memenuhi kebutuhan penghijauan di lingkungan desa saja. Tetapi pada perjalanannya, kemudian mengetahui bahwa ada peluang usaha yang menjanjikan dalam bidang tanaman tersebut.

“Melihat peluang itu, selanjutnya kami mendatangi beberapa pusat pembudidayaan tanaman di Kediri, Malang dan di Kota Batu. Ya kita belajar dengan metode studi tiru tentang budidaya tanaman secara benar dengan biaya ringan sehingga mampu menjual dengan harga terjangkau,” tuturnya berkisah.

Lebih lanjut, ia bersama warga desa yang kini telah mempunyai usaha pembibitan tanaman bertekad menjadikan Desa Baureno menjadi desa sentra industri tanaman yang bermanfaat untuk mendongkrak ekonomi yang secara perlahan tapi pasti, kini sudah mulai bisa dirasakan warga.

“Dalam waktu dekat, kami akan memfasilitasi hasil budidaya tanaman dari warga dengan mendirikan beberapa tempat penjualan di bawah naungan BUMDes, tentu dengan penyertaan anggaran yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” paparnya serius.

Khairul (40), koordinator budidaya tanaman Desa Baureno menyatakan, setidaknya sudah ada 7 titik lahan pembibitan dan budidaya tanaman yang ada di Desa Baureno. Salah satunya adalah milik Suparno (56) atau yang lebih akrab dipanggil Pakdhe Jabrik.

“Konsepnya memang sederhana, dengan memanfaatkan lahan kosong sekitar rumah. Prinsipnya kita kelola sungguh-sungguh dan saling membantu mulai pembibitan hingga pemasaran. Dan sekarang sudah mulai bisa dirasakan hasilnya,” terang pria yang juga memproduksi pupuk organik merk Gabol dan berbagai pot ini.

Saat ditemui TerasJatim.com, Pakdhe Jabrik mengaku, dari hasil pembibitan di lahan pekarangan samping rumahnya yang tak begitu luas, ia bisa meraup Rp70 ribu hingga Rp100 ribu perhari. Itu belum termasuk jika ada permintaan dengan jumlah banyak dan beberapa maskot tanamannya yang bernilai belasan juta rupiah.

“Alhamdulillah tiap hari selalu saja ada pembeli yang minat. Di sini ada juga beberapa tanaman yang harga tawarnya lumayan tinggi seperti randu varigata ukuran besar dan bonsai pohon serut itu,” tukas pria paruh baya yang dikenal suka bicara apa adanya ini.

Dari konsep awal ala kadarnya seperti yang disampaikan Kades Sukarno dan Khairul tersebut, kini entah sudah berapa puluh jenis tanaman, baik tanaman bunga, penghijauan dan tanaman buah yang dibudidayakan warganya. Bahkan, produksi pupuk organik dan pembuatan pot saat ini telah melengkapi usaha bidang tanaman tersebut.

Tak hanya itu saja, melalui Paguyuban Tunggak Semi, berbagai jenis bonsai pun telah dibudidayakan oleh warga Desa Baureno secara profesional sesuai kaidah yang ada. Ringkasnya, selain menyalurkan hobi, keuntungan bisa dengan mudah dikantongi warga lantaran pihak desa siap memfasilitasi peluang marketnya.

Aneka jenis produksi tanaman bunga di Baureno antara lain krombuso, pangkas emas (brongkoli), pucuk merah, asoka, anggrek, mawar, melati, kincir, bayem merah serta berbagai variannya. Sementara, tanaman kerasnya antara lain trembesi/slobin, cabipuya, palem, mawarjembe, randu varigata dan anting putri.

“Kalau tanaman buahnya, ada buah tin, serikaya jumbo, sirsak, jambu merah, belimbing dan sawo juga varian lain. Untuk bonsai, tersedia jenis boxus, mirten, ulmus, lohansung mikro (import favorit), sancang, serut, jeruk kikit, loa, santigi (setigi) dan dewandaru,” jelas Kades Sukarno yang didampingi Khairul.

Ke depan, Kades Baureno berharap desanya mampu menjadi pelopor penghasil tanaman yang bermanfaat untuk Kecamatan Baureno, syukur-syukur bisa se-Bojonegoro dengan sistem kemitraan dengan dinas dan perusahaan-perusahaan besar yang ada, melalui program CSR bidang pelestarian lingkungan hidupnya.

“Cita-cita kami, Desa Baureno kelak mampu menjadi desa industri tanaman semacam di Ngadiluwih Kediri dan Sidomulyo Batu. Selain bermanfaat menjaga kelestarian lingkungan hidup, tentu juga menghasilkan keuntungan bagi desa dan warga secara mandiri,” pungkasnya optimistis. (Saiq/Red/TJ-Adv)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim