Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Dampak Kekeringan, 8 Desa di Kabupaten Mojokerto Krisis Air Bersih

Dampak Kekeringan, 8 Desa di Kabupaten Mojokerto Krisis Air Bersih

TerasJatim.com, Mojokerto – Akibat kekeringan di musim kemarau, Kabupaten Mojokerto membutuhkan 4000 hingga 5000 liter air bersih perhari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, M Zaini, mengatakan, saat ini tercatat ada 8 desa yang terdampak kekeringan sehingga butuh pasokan air bersih sekitar 4000 hingga 5000 per hari.

Hal ini diperparah dengan potensi kebakaran hutan dan lahan yang juga semakin meningkat. “Ada 37 peristiwa kebakaran yang tercatat dari bulan Agustus sampai Oktober ini,” tuturnya, Selasa, (09/10).

Ia menjelaskan, tahun lalu hanya ada 4 desa yang mengalami kekeringan di wilayah Kecamatan Ngoro, yang terdiri dari Desa Kunjorowesi, Kutogirang, Manduro Manggung Gajah dan Sumberan.

Sementara tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 8 desa,yaitu di Kecamatan Dawarblandong, diantaranya Desa Pulorejo, Simongagrok, Cinandang dan Bayu legi.

“Berdasarkan pertimbangan kondisi kekeringan tersebut dan sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto maka masa tanggap darurat bencana diperpanjang hingga akhir Oktober. Secara bergantian pasokan air bersih dikirim ke masing-masing desa yang mengalami kekeringan,” tandasnya. (Jnr/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim