Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cinta, Ternyata Bisa Sembuhkan 4 Penyakit ini

Cinta, Ternyata Bisa Sembuhkan 4 Penyakit ini

TerasJatim.com – Cinta bisa menyembuhkan penyakit? Mungkin sekilas hal itu tak masuk akal. Bagaimana mungkin penyakit bisa sembuh hanya dengan cinta, bukan dengan minum obat.

Namun ternyata benar, bahwa cinta juga berperan dalam menyembuhkan penyakit fisik lho.

Harry Reis, PhD, co Editor dari Encyclopedia of Human Relationships menjelaskan tentang peran cinta dalam memberi manfaat untuk kesehatan tubuh. Cinta di sini tak hanya cinta pada pasangan, melainkan juga cinta dalam arti luas seperti cinta keluarga, teman, saudara, keluarga, bahkan hewan peliharaan.

Dilansir Sidomi dari laman WebMD, beberapa waktu lalu, berikut adalah penyakit yang dapat disembuhkan oleh cinta,

Hipertensi

Cinta dapat membantu menurunkan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi Anda. Hal itu diungkap dalam penelitian di Annals of Behavioral Medicine. Hubungan positif dalam pernikahan atau pernikahan terbukti membuat tekanan darah menjadi normal. Sebaliknya, orang tanpa hubungan cinta yang baik akan mudah mengalami hipertensi.

Depresi

Cinta dan kebahagiaan ampuh menurunkan tingkat depresi. Saat pasangan saling memegang tangan, respon di otak sangat baik dan menunjukkan adanya penurunan produksi hormon stres.

Kecemasan

Masalah psikis seperti kecemasan, panik dan gelisah juga ampuh disembuhkan dengan cinta. Demikian hasil studi peneliti di Universitas Negeri New York. Mereka menggunakan metode fungsional scan MRI (fMRI) yang dapat memperlihatkan aktifitas bagian otak saat merasakan cinta.

Nyeri

Rasa nyeri dan sakit pada bagian tubuh juga dapat berkurang dengan cinta. Penelitian yang memakai fMRI mengungkapkan lebih banyak aktivasi pada area otak yang mengendalikan rasa sakit, saat mereka sedang bahagia.

Ini dilakukan dengan melihat lebih dari 127.000 orang dewasa dalam penelitian tersebut, dan mereka yang memiliki pasangan cenderung tidak mengeluhkan rasa nyeri sakit kepala dan sakit punggung. Berbeda dengan partisipan yang tak memiliki pasangan atau teman. (Sis/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim