Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Butuh Waktu 6 Jam ke Bandara, Penerbangan Perintis ke Kepulauan Sapeken Tak Efektif

Butuh Waktu 6 Jam ke Bandara, Penerbangan Perintis ke Kepulauan Sapeken Tak Efektif

TerasJatim.com, Sumenep – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, Ahmad Muhkhis, menyatakan, penerbangan pesawat perintis ke kepulauan yang dicanangkan Pemkab dan Kementerian Perhubungan dinilai tidak efektif.

Pasalnya, bandara khusus milik Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) Minyak dan Gas Bumi (Migas) PT Kangean Enegi Indonesia (KEI), yang akan dimanfaatkan untuk penerbangan bersubsidi di Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken itu, lokasinya tidak strategis.

”Secara geografis Pagerungan merupakan salah satu pulau terluar di Sapeken. Tak jauh beda dengan Pulau Sakale. Dengan jarak yang cukup jauh dengan pulau-pulau lainnya termasuk Kangean, maka pemanfaatannya tidak akan efektif dan strategis,” jelasnya.

Mukhlis memperkirakan, masyarakat kepulauan akan enggan memanfaatkan penerbangan bersubsidi itu karena untuk ke Pagerungan, warga harus menempuh perjalanan laut berjam-jam. Bahkan, untuk warga Kangean saja, harus menempuh minimal 6 jam, itupun harus transit dari pulau ke pulau lain.

”Kalau warga Kangean, dari Kota Kecamatan Arjasa misalnya, harus menempuh perjalanan darat dengan jalan yang bergelombang ke Kajuaro Kecamatan Kangayan selama 2 jam. Kemudian menuju Pulau Sapeken 2 jam. Sedangkan untuk ke Pagerungan dari Sapeken memerlukan waktu 2 hingga 3 jam, maka kurang lebih butuh waktu 7 jaman. Kan lebih baik ikut, kapal laut saja dari Kangean ke Kalianget,” tandasnya.

Ia menambahkan, mestinya Pemkab Sumenep memaksimalkan rencana pembangunan bandara kepulauan di Desa Pasiraman Kecamatan Arjasa Pulau Kangean yang dicanangkan sejak 2014 lalu. Karena Kangean merupakan pulau terluas yang lebih strategis. Pemkab telah melakukan pembebasan lahan, namun sejauh ini justru tidak jelas perkembangannya.

”Ini merupakan fakta kalau masyarakat Kangean kecewa terhadap pemerintah daerah atas pembangunan Bandara Kangean yang tidak ada kejelasan sampai sekarang,” pungkasnya. (Isk/Kta/Red/TJ/KBRN)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim