Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Buntut Karnaval Bercadar, Kasek TK Kartika Kota Probolinggo Dicopot

Buntut Karnaval Bercadar, Kasek TK Kartika Kota Probolinggo Dicopot

TerasJatim.com, Probolinggo – Buntut viralnya pawai karnaval sejumlah murid TK yang mengenakan jubah bercadar dan membawa senjata api mainan di Kota Probolinggo beberapa waktu lalu, akhirnya memakan korban.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Probolinggo, akhirnya mengambil sikap dengan mencopot jabatan Hartatik, sebagai Kepala Sekolah TK Kartika V-69.

Hal itu disampaikanKepala Disikpora Kota Probolinggo, Moch Maskur, di kantornya di Jalan Basuki Rahmad 20A Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Ia menyebutkan, pencobotan Hartatik ini berlaku mulai 23 Agustus 2018.

Untuk sementara, Hartatik akan tugaskan sebagai staf di Dinas Pendidikan Kota Probolinggo. Sedangkan mengenai penggantinya, hingga kini masih dilakukan koordinasi dengan pihak Yayasan TK Kartika V-69.

Menurut Maskur, secara prosedural pihaknya telah memanggil dan mendengar penjelasan dari Hartatik, Kasek TK Kartika V-69 Kota Probolinggo.”Hasil dari keterangan sesuai dengan apa yang telah disampaikan, pada intinya tidak ada faktor kesengajaan,” jelasnya.

Maskur menambahkan, Hartatik sendiri mengaku lalai dan sudah melakukan permintaan maaf.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, sanksi pencopotan oknum kepala sekolah TK itu terkait penggunaan atribut saat pawai budaya. Saat itu sejumlah murid TK mengenakan hijab berikut cadar hitam disertai dengan menenteng senjata api mainan.

“Itu merupakan ide atau tema dari TK Kartika V-69 Probolinggo sendiri dengan maksud merefleksikan perjuangan Rosulullah dan tidak ada maksud mengarah kepada simbol-simbol radikalisme. Hanya menanamkan keimanan kepada anak didiknya,” jelasnya, Rabu (22/08).

Barung menambahkan, pihaknya juga telah melakukan klarifikasi terkait kegaitan pawai tersebut. Hal ini sudah dilakukan oleh Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, Dandim Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi, Ketua Panitia Pawai Budaya, serta Hartatik sendiri.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial, sejumlah pelajar TK yang mengenakan cadar serta membawa senjata api mainan saat mengikuti pawai budaya yang digelar oleh Diknas Kota Probolinggo, pada Sabtu (18/08) pagi.

Karnaval tesebut merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh Pemkot Probolinggo dengan Tema Pawai Budaya Bhinneka Tunggal Ika.

Meski kegiatan itu tanpa mengajukan ijin kepada aparat kepolisian setempat, namun Polres Probolinggo Kota tetap melakukan pengamanan secara spontanitas. (Her/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim