Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

BNN Kediri Gelar Tes Urine dan Sosialisasi di Kodim Kediri

BNN Kediri Gelar Tes Urine dan Sosialisasi di Kodim Kediri

TerasJatim.com, Kediri – BNN Kediri bersama Kodim Kediri mengadakan tes urine dan sosialisasi bahaya narkoba atau lebih dikenal P4GN (Pencegahan ,Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), Rabu (02/05).

Dengan langsung diawasi Kepala BNN Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati dan Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, ratusan anggota Kodim Kediri menjalani tes urine terlebih dahulu, sebelum sosialisasi berlangsung.

Menurut Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, sudah seharusnya anggota Kodim Kediri menjalani tes urine ini, sebagai upaya pencegahan penggunaan narkoba di lingkungan Kodim Kediri. Selain pencegahan, tes urine ini juga menjaga anggota Kodim Kediri dari penyalahgunaan narkoba.

“Kita respon positif apa yang sudah dilakukan BNN selama ini, terutama di Kediri. Upaya BNN untuk menyapu bersih keberadaan narkoba di Kediri harus kita dukung bersama, termasuk yang kita lakukan saat ini,” ujarnya.

Terkait ancaman narkoba, ia berharap semua pihak yang ada di Kediri untuk saling bekerjasama dalam memberantasan peredaran narkoba, yang disinyalir sudah masuk ke wilayah pedesaan. Tak hanya itu saja, dukungan dari pemerintah desa dalam hal ini perangkat desa yang aktif mengawasi warganya dari masuknya atau beredarnya narkoba di desanya.

Sementara itu menanggapi adanya penangkapan sejumlah pelaku peredaran narkoba, Kepala BNN Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati mengaku sangat senang, karena semua pihak mau bekerjasama untuk memberantas peredaran narkoba.

Baginya narkoba adalah ancaman bagi generasi muda dan harus diberantas sampai habis.

“Kalau kita lihat di layar televisi, kita pasti kaget, ada sekian ton narkoba yang mau diedarkan di Indonesia, untung saja kasus itu berhasil dibongkar. Jumlahnya ini ton bukan lagi kilogram atau gram, berarti ada 1.000 kilogram, ini jumlah yang sangat besar dan sangat membahayakan kalau sampai beredar di Indonesia. Maka dari itu, kita harus bekerjasama untuk memberantas narkoba hingga tidak ada lagi peredaran narkoba di Indonesia,” katanya. (Ndra/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim