Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Belum Kembalikan Kerugian Negara, Belasan Kades di Situbondo Dipanggil Inspektorat

Belum Kembalikan Kerugian Negara, Belasan Kades di Situbondo Dipanggil Inspektorat

TerasJatim.com, Situbondo – Akibat kekurangan volume pengerjaan proyek fisik bantuan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2016 silam, Inspektorat Kabupaten Situbondo telah memanggil belasan kepala desa yang hingga saat ini masih memiliki tanggungan pengembalian kerugian.

Menurut Kepala Inspektorat Pemkab Situbondo, Bambang Priyanto, pihaknya memanggil para Kades tersebut  untuk secepatnya menyelesaikan tanggungan pengembalian keuangan, yang besarannya sesuai hasil audit.  Namun pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara rinci siapa saja kepala desa yang sudah di panggil.

Akan tetapi, lanjut Bambang, dipastikan sasarannya semua kepala desa yang belum mengembalikan kerugian keuangan negara yang bersumber dari ADD/DD tahun 2016 silam.

Menurutnya, pengembalian kerugian itu sudah menjadi kewajiban. Jika tak segera dilakukan, dikhawatirkan akan mengganggu proses pembangunan di desa, termasuk penundaan pencairan ADD dan DD tahun ini. Yang paling fatal, kata Bambang, jika harus berurusan dengan lembaga penegak hukum.

Bambang mengaku, untuk penggunaan ADD dan DD 2017 masih dalam proses audit di lapangan. Bambang berharap, tidak ada temuan seperti penggunaan ADD dan DD 2016, yang harus mengembalikan kerugian.

“Saya meminta dan berharap Kades harus ekstra hati-hati dalam menggunakan anggaran ADD dan DD. Sebab pihaknya sering menerima pengaduaan tentang dugaan penyelewengan penggunaan anggran desa. Bahkan beberapa elemen sudah  ada yang melaporkan ke lembaga penegak hukum,” ujar Bambang kepada TerasJatim.com, Senin (07/05).

Terkait hal itu, sebelumnya Komisi I DPRD Situbondo mengungkapkan ada dana sekitar Rp2,5 miliar belum dikembalikan ke Kas Daerah (Kasda). Sebenarnya total kerugian yang harus dikembalikan sekitar Rp4 miliar lebih, namun masih tersisa Rp2,5 miliar yang belum dikembalikan. Kerugian tersebut disebabkan karena adanya kekurangan volume pengerjaaan proyek fisik. (Edo/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim