Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Beda Waktu Idul Adha antara Arab Saudi dan Indonesia Karena Beda Mathla’

Beda Waktu Idul Adha antara Arab Saudi dan Indonesia Karena Beda Mathla’

TerasJatim.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah menetapkan hari raya Idul Adha jatuh pada Rabu (22/08) hari ini. Sementara pemerintah Arab Saudi memutuskan Idul Adha 1439 H jatuh pada hari Selasa (21/08) kemarin.

Tak sedikit perbedaan ini menjadi pertanyaan bagi beberapa pihak.

Menanggapi hal itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, untuk ibadah terutama shalat dan puasa merujuk pada waktu lokal. “Sehingga perbedaan waktu, jam termasuk hari, kita mengikuti wilayah di mana kita berada,” ungkapnya dalam rilisnya yang diterima Selasa (20/08) malam.

Senada, anggota Amirul Hajj yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Informasi dan Komunikasi, KH Ahmad Baedlowi, menjelaskan, Arab Saudi dan Indonesia sebenarnya menggunakan sistem yang sama yakni rukyatul hilal.

“Hanya saja untuk posisi hilal di Saudi sudah di atas 2 derajat sehingga memungkinkan terlihat, sementara di Indonesia di bawah 0 derajat, tidak mungkin terlihat,” ujarnya di sela wukuf di Arafah, Senin (20/08) sore Waktu Arab Saudi (WAS).

Kiai Baidlowi menambahkan, wilayatul hukmi Indonesia mencakup anggota MABIMS yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura. “Tidak bisa kemudian kita mengikuti konsep rukyatul hilal global karena masing-masing wilayah ada mathla’ (tempat terbitnya hilal) nya sendiri,” sambungnya.

Sementara Naib Amirul Hajj, KH Yahya Cholil Staquf juga menegaskan, perbedaan hari raya antara Arab Saudi dan Indonesia adalah sesuatu yang wajar.

“Itu murni karena fenomena alam saat dilakukan rukyatul hilal di mana Saudi bisa melihat hilal, sementara Indonesia tidak bisa,” katanya usai menjadi khatib khutbah wukuf di Masjid Tenda Misi Haji Indonesia itu.

Menurutnya, perbedaan yang terjadi itu alami dan tidak perlu dipaksakan harus sama antara Arab Saudi dan Indonesia. Ia menambahkan, jika berpegang pada waktu terbitnya hilal maka beda penentuan memang wajar. (Her/Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim