Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Bayi dalam Tas Kresek Dibuang di Aliran Sungai

Bayi dalam Tas Kresek Dibuang di Aliran Sungai

TerasJatim.com, Banyuwangi – Warga di sekitar Lingkungan Brak, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mayat bayi di sungai wilayah setempat.

Jasad bayi malang berjenis kelamin laki-laki itu, ditemukan Sabtu (10/09) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut  diperkirakan berusia sekitar satu minggu.

Menurut Kapolsek Kalipuro AKP Supriyadi, ada indikasi bayi ini sengaja dibuang karena ditemukan di tengah aliran sungai dalam kondisi terbungkus tas plastik.

“Andai ibu hamil yang mendadak melahirkan di sungai sewaktu buang air besar mastinya jasad bayi tidak terbungkus. Hasil olah TKP yang kita lakukan menemukan indikasi bayi sengaja dibuang,” bebernya.

Penemuan jasad bayi ini berawal dari Martina, warga setempat yang saat itu bermaksud buang hajat di sungai yang berjarak kurang lebih 50 meter dari rumahnya. Saat tiba di lokasi, hidung Martina sudah mencium aroma bau tak sedap.

“Waktu didekati ternyata mayat bayi yang dikerumuni lalat. Saksi kemudian mengabarkan penemuan ini kepada sejumlah tetangga,” urai AKP Supriyadi.

Tak lama berselang, warga dari Lingkungan Brak, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro dan Lingkungan Kluncing, Kelurahan/Kecamatan Giri berdatangan ke sungai. Secara kebetulan dua warga di dua lingkungan ini tinggal di tepi sungai tapi berbeda bantaran.

“Pas kita datang ke TKP ternyata anggota dari Polsek Giri dan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Banyuwangi telah tiba lebih dulu. Kapolsek Giri AKP Jodana Gunadi juga berada di lokasi. Kami akhirnya bergabung untuk bersama-sama menangani evakuasi,” ungkapnya lagi.

Lantaran secara geografis lokasi kejadian masuk wilayah Lingkungan Brak, Kelurahan Kalipuro, akhirnya kasus ini ditangani oleh aparat Polsek Kalipuro.

Selanjutnya jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memudahkan penyelidikan.

Petugas sudah meminta keterangan pada beberapa saksi. Tak satupun warga yang mengaku mengetahui adanya ibu hamil dan baru saja melahirkan.

“Kita sedang mendalami dengan melakukan koordinasi dengan sejumlah bidan yang mungkin mengetahui data ibu hamil,” pungkasnya. (Kta/Red/TJ)

Subscribe

Terimakasih Telah Berlangganan Berita Teras Jatim